RSS

Tag Archives: Candi

Perpustakaan UII Berdampingan dengan Candi

SLEMAN, KOMPAS.com — Rencana pembangunan perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, yang tertunda karena penemuan candi Mataram Kuno di lokasi pembangunan akan dilanjutkan lagi. Salah satu rencana yang muncul adalah menyandingkan perpustakaan dengan candi.

Hal itu dikemukakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik saat meninjau lokasi penggalian candi yang diperkirakan berasal dari abad ke-9-10 Masehi itu, Senin (4/1/2010). ”Candi ini masih akan terus digali sampai terungkap keseluruhan wujudnya. Kami minta mahasiswa dan pihak kampus bersabar karena tak bisa diburu-buru,” kata Jero Wacik.

Namun, Jero Wacik menjamin pembangunan perpustakaan akan bisa dilanjutkan. ”Kalau seluruh candi sudah terungkap, kami akan bicarakan lagi dengan pihak yayasan dan rektorat untuk mencari jalan keluar terbaik. Yang jelas, tidak akan merugikan kampus, tetapi juga tidak merusak candi,” ujarnya.

Salah satu ide yang dicetuskannya adalah menyandingkan candi dengan bangunan perpustakaan yang akan dibangun. ”Bisa saja nanti candinya berada di dalam perpustakaan sehingga mahasiswa sambil belajar bisa melihat-lihat candi. Tinggal arsitektur perpustakaannya saja yang disesuaikan,” kata Jero Wacik.

Ketua Yayasan Badan Wakaf UII Luthfi Hasan mengatakan setuju dengan ide itu karena UII juga menghadapi keterbatasan lahan jika harus memindahkan pembangunan perpustakaan ke lokasi lain. Kalaupun tidak memungkinkan candi berada di dalam, paling tidak perpustakaan itu akan dibangun di sekitar candi sehingga keduanya seolah terlihat menyatu.

Pihak yayasan juga siap menanggung konsekuensi perubahan desain perpustakaan itu, khususnya dari segi biaya. ”Rencana awal, perpustakaan ini dianggarkan Rp 15 miliar. Tetapi, melihat perubahan desain nanti, biaya pasti membengkak,” katanya.

Bagian bangunan candi ditemukan pada 11 Desember oleh pekerja pembangunan perpustakaan di Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang. Setelah penggalian selama dua minggu oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, 30-40 persen struktur candi terungkap.

Dari hasil penggalian, candi Hindu itu terdiri atas satu candi utama berukuran 6 x 6 meter dan candi perwara (pendamping) berukuran 4 x 6 meter. Ditemukan pula beberapa arca, seperti arca ganesha, lingga-yoni, dan nandi, di dalam candi.

Direktur Peninggalan Purbakala Junus Satrio Atmodjo mengatakan, struktur candi ini memiliki keunikan yang tak ditemukan di candi-candi lain, yakni kombinasi bangunan dari batu (badan) dan kayu (atap).

Selesai dipugar

Sementara itu, Bangsal Trajumas di Keraton Yogyakarta dan Candi Wisnu serta Brahma di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, yang rusak karena gempa bumi tahun 2006 selesai dipugar. Agar tahan gempa, Bangsal Trajumas dikembalikan ke konstruksi aslinya, sedangkan Candi Wisnu dan Brahma diberi penguatan beton bertulang.

Jero Wacik dan Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono didampingi Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X meresmikan purnapugar bangunan cagar budaya ini di Keraton Yogyakarta, Senin. Turut diresmikan pula purnapugar Candi Induk Lumbung dan Candi Apit nomor 4 di Kompleks Candi Sewu dan Candi Induk Utara di Kompleks Candi Plaosan Lor.

Rehabilitasi dan rekonstruksi Bangsal Trajumas yang roboh akibat gempa membutuhkan biaya Rp 2,5 miliar. (ENG/RWN)

 
Leave a comment

Posted by on January 13, 2010 in Jalan-jalan, Sejarah

 

Tags: , , ,

Kabupaten Malang

Kabupaten Malang, 85 Km sebelah selatan Surabaya lebih kurang satu jam perjalanan mobil dari Bandara Juanda, telah dikenal sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Timur. Selain udaranya yang sejuk dan segar, tanahnya yang subur, dan masyarakatnya yang ramah, daerah ini sangat kaya akan obyek-obyek wisata yang tidak kalah menariknya dari obyek wisata yang ada di daerah lain seperti Bali dan Yogyakarta.

Taman Wisata Selorejo
Bendungan SelorejoTaman Wisata Selorejo merupakan salah satu bendungan di Jawa Timur yang dikelola oleh Bendungan SelorejoPerum Jasa Tirta. Keindahan bendungan yang dikelilingi oleh perbukitan dan gunung Anjasmoro,gunung Kelud, serta gunung Kawi menambahkan kesejukan udara yang dapat dirasakan. Tepatnya di kecamatan Ngantang ± 48 km dari kota Malang. Salah satu daya tarik dari obyek wisata yaitu bagi pwisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandangan bendungan Selorejo dengan menggunakan sarana perahu mesin atau perahu dayung.
Suhu yang sejuk ± 22° Celcius membuat orang betah tinggal di tempat ini. Areal taman wisata Selorejo dapat dijadikan arena sepeda gunung bagi mereka yang menyenangi tantangan dan rintangan yang cukup berat. Anda dapat menikmati panorama matahari terbit dan terbenam dalam bayangan air danau dari jendela cottage yang disediakan di taman wisata ini. Nikmati pula kerenyahan makanan lokal khas warung-warung dalam taman wisata yang mahir menggoreng ikan nila, mujair dan ikan tombro. Selain itu di Taman wisata Padang Golf Selorejo juga dimanfaatkan untuk kegiatan olah raga jenis ski air dan jet ski. Juga terdapat padang golf 9 hoile yang terletak di pinggir waduk. Dengan udara yang sejuk merupakan kenyamanan tersendiri bagi para pegolf. Lapangan tenis dan kolam renang juga terdapat di taman wisata ini.

Taman Wisata Air Wendit (Wendit Water Park)

Taman Wisata WENDIT, terletak di Desa Mangliawan, Kec. Pakis ± 8 Km dari pusat Kota Malang. Lokasinya terletak di tepi jalan utama arah ke Gunung Bromo melalui Tumpang/Poncokusumo. Taman rekreasi dan pemandian Wendit, menyediakan kolam renang yang luas, danau kecil untuk berperahu merupakan daya tarik utama, rumah makan, permainan anak anak dan panggung terbuka. Taman wisata ini mempunyai acara yang khas pada setiap Bulan Syawal. Dimana taman wisata dipenuhi pengunjung yang ingin merayakan hari Lebaran sampai dengan hari Ketupat Lebaran. Biasanya dengan mengadakan berbagai macam hiburan serta mendatangkan artis-artis terkenal (tanggal 1s/d 11

Syawal). Disamping itu dengan mandi dikolamnya menurut kepercayaan mempunyai khasiat membuat wajah tampak “awet muda”. Dan masyarakat Tengger juga mengambil air dari “sumber air Mbah Kabul” ini, dibawa pulang dengan kepercayaan yang sama seperti di Pulau Sempu, yaitu untuk kesembuhan dan kesehatan. Menurut mereka kasiatnya sama dengan “Air Widodaren” dari Gunung Bromo yang merembes ke arah Wendit. Daya tarik yang khas adalah adanya puluhan kera yang jinak yang bebas berkeliaran di hutan kecil di Wendit dan menghuni dipepohonannya. Beberapa arca kuno juga dapat dilihat di taman ini dan dapat diperoleh cindera mata hasil kerajinan penduduk setempat.

Pantai Ngliyep

Pantai NgliyepPantai Ngliyep terletak ditepi Samudra Indonesia di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomuyo, 62 Km, arah selatan dari Kota Malang. Pantai ini bisa dicapai melalui Kepanjen, Sumbermanjing Kulon atau melalui Karangkates dan Donomulyo. Pantai Ngliyep merupakan perpaduan dari tebing curam yang masih dengan hutan lindung dan hamparan pasir putih disela-selanya serta Teluk Putri - Pantai Ngliyepdeburan ombak yang setiap saat menerpa tebing-tebing terjal di tepian pantai menjadikan suasana marak. Wisatawan yang datang ke objek wisata Ngliyep tidak dapat berenang di pantai, karena pantai selatan pada umumnya sangat berbahaya. Hal ini janganlah dijadikan alasan untuk tidak berkunjung ke objek wisata Ngliyep, masih banyak aktivitas yang dapat anda lakukan, misalnya membuat patung pasir di tepi pantai, beristirahat sambil menyaksikan pesona senja dapat dinikmati dari Gunung Kombang, Pantai Ngliyepsebuah pulau kecil yang menjorok ke laut. Fasilitas yang ada di Pantai Ngliyep antara lain pesanggrahan 4 buah, penginapan 6 buah dan cottage 2 buah. Pada bulan Jawa Maulud, Pantai Ngliyep digelar cara ritual yang dikenal dengan Upacara Labuhan yang digelar setiap tanggal 14 Maulud dengan kepala hewan ternak (kambing/sapi) dikorbankan kedalam laut sebagai sesaji oleh penduduk

Pantai Balekambang

Pantai BalekambangPantai Balekambang terletak di Kecamatan Bantur ± 65 km, sebelah selatan kota Malang. Pantai ini dapat dicapai melalui Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bantur, dilanjutkan ke Desa Srigonco. Perjalanan ini dapat pula dicapai melalui Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Pagak belok ke kiri ke arah KecamatanBantur. Pantai Balekambang ini cukup menawan. Hal ini didukung pula dengan fasilitas yang memadai, tempat parkir yang luas, camping ground, kios cinderamata, rumah makan, mck, kantor informasi, bungalow sederhana, kolam renang dan bumi kemah pramuka, mushola dan pendopo. Balekambang terdiri atas pantai pasir dan pantai karang yang landai yang membatasi akses ke laut  lepas sehingga ombak yang sampai ke pantai tidak terlalu besar. Oleh karena itu,  relatif aman untuk  bermain-main  di air laut sekitar pantai. (Harap diperhatikan zona aman yang telah dipasang oleh petugas).
Pantai landai ini Pantai Balekambangdipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang 2 km dengan lebar 200 meter ke arah laut, sewaktu air laut surut tampak di atas air dandisela-selanya nampak ikan hias berkerumun serta satwa laut lain yang beraneka ragam. Di lepas pantai nampak tiga buah pulau berjajar ke arah barat, Pulau Ismoyo, pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. Pulau Ismoyo berdiri megah sebuah Pura, tempat tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter. Pada bulan Suro, Pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisataman baik dari dalam negeri maupun mancanegara.Ada acara yang khusus di Pantai Balekambang ini yaitu Upacara Surohan (Suroan) dan Upacara Jalanidhi Puja

Pantai Jembatan Panjang

Pantai Jembatan Panjang terletak bersebelahan dengan Pantai Balekambang, tepatnya di sebelah barat, masuk wilayah teritorial Desa Sumberbening. Untuk menuju ke pantai itu bisa melalui jalan setapak ke arah kanan di Pulau Wisanggeni atau bila laut surut bisa melalui pantai di bawah jembatan yang menghubungkan Pulau Wisanggeni dengan Pulau Ismaya.
Kondisi Pantai Jembatan Panjang tidak jauh berbeda dengan Pantai Balekambang, hanya saja lebih didominasi oleh pantai pasir dan hutan (wana wisata).

Pantai Balekambang

Pantai Sendangbiru

Pantai SendangbiruPantai Sendangbiru terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan menyajikan pantai ini sebagai obyek wisatanya yang terletak 69 km, sebelah selatan dari kota Malang, melewati Turen, dan Sumbermanjing Wetan. Pantai Sendangbiru juga dikenal sebagai tempat pendaratan ikan serta tempat pelelangan ikan Kabupaten Malang, Pantai ini berhadapan dengan Pulau Sempu, hanya terpisahkan oleh selat sempit yang bagus untuk berperahu atau olahraga air Pantai Sendangbirulainnya. Pada hari-hari Syawalan (kira-kira tanggal 7 atau 8 Syawal) banyak yang naik perahu ke pulau Sempu untuk mengambil air dari sebuah mata air tawar dengan kepercayaan yang seperti “air Widodaren ” di Wendit, yaitu untuk kesehatan dan kesembuhan.
Pulau Sempu, merupakan Cagar Alam yang berdanau tawar penuh ikan lele di tengah hutannya dan juga danau air laut. Pantai ini dinamakan Pantai Sendang Biru biru karena di pantai ini ada sumber air atau yang lebih dikenal dalam bahasa Jawa Sendang yang berwarna biru.
Pulau Sempu Sendang biru

Pantai Tamban

Pantai TambanPantai Tamban letaknya bersebelah dengan Pantai Sendangbiru. Letaknya tepatnya di desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing Wetan. Pantai yang masih alami ini patut juga anda kunjungi. Pantai Tamban terkenal dengan pasir putihnya Pulau Sempu dilihat dari Pantai Tambanyang berkilauan ditempa sinar mentari. Pulau Sempu juga dapat kita saksikan lewat Pantai Tamban. Kawasan ini cocok untuk yang mempunyai hoby camping. Tetapi, hati-hati jangan berenang di lautannya.

Pantai Jonggring Saloko

Pantai Jonggring SalokoApabila anda berkunjung ke Kabupaten Malang, jangan lupakan Pantai yang satu ini. Pantai Jonggring Saloko terletak di desa Mentaraman Kec. Donomulyo, berjarak 69 km dari pusat kota Malang. Salah satu pantai yang ada di Kabupaten Malang yang ombaknya cukup besar. Dalam cerita pewayangan, Jonggring saloko adalah nama kahyangan. Tempat kediaman Batara Narada. Dilukiskan, kalau daerah itu udaranya segar panorama alamnya yang menawan, bersih dan aman. Tempat yang cukup menarik selain Gua GebrosPantai Jonggring Saloko adalah Pantai Gebros. letaknya ± Yaitu gua akibat proses abrasi yang tiada hentinya. Kuatnya ombak menggiring air laut untuk menhajar tebing, menyebabkan dasar tebing, menjadi berongga menyerupai goa. Dan goa dasar laut di Pantai Ngebros ini, membuat lorong panjang yang akhirnya berakhir pada gunung kecil bagian atas.oleh karena dasar goa sejajar dengan pantai, maka goa terisi air laut. Potensi utama obyek wisata ini adalah Teluk Menjangan, Gunung Pacar, dan Kondang Towo.

Pantai Bajul Mati

Pantai Bajul MatiPantai Bajulmati terletak di Kecamatan Gedangan, tepatnya 58 Km arah selatan dari kota Malang. Apabila ingin bepergian ke Pantai Bajulmati ini sebaiknya lewat Turen, Sumbermanjing Wetan. Pantai ini mempunyai kelebihan yaitu dengan teluk-teluk nan indah. Banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini, Pantai Bajul Matibaik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Pantai ini merupakan pula tempat yang baik untuk berkemah.
Seperti halnya dengan pantai-pantai yang ada di Kabupaten Malang, Pantai Bajul Mati ini cukup ramai pada waktu memperingati hari-hari besar, misalnya Idul Fitri, Mauludan dan lain sebagainya.

PantaiGoa China

Pantai Goa China terletak di kawasan Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan , Kabupaten Malang terbentang sepanjang  kurang lebih   tiga kilometer. Akan tetapi wisatawan belum boleh untuk mandi dilaut  dikarenakan kondisi yang masih alami dan arus bawah laut yang sangat deras. Keindahan Goa China yang masih alami. Garis pantainya juga cukup beragam ada yang berpasir putih ada yang karang dangkal dan ada pula yang curam. Pantai Goa China ditemukan pertama kali oleh pertapa China pada tahun 1950 .

Pantai Lain :

1. Pantai Wonogoro Kec. Gedangan

2. Pantai Modangan Kec. Donomulyo

3. Pantai Kondang Merak Kec. Bantur

4. Pantai Sipelot Kec. Tirtoyudo

5. Pantai Licin Kec. Ampelgading

6. Pantai Tambak Asri Kec. Sumbermanjing Wetan

7. Pantai Rawa Indah Kec. Sumbermanjing Wetan

8. Pantai Lenggosono Kec. Tirtoyudo

Agro Wisata
Kebun Teh WonosariLokasi Argo Wisata Kebun Teh Wonosari terletak 6 km dari Lawang atau + 30 km arah utara kota Malang, tepatnya di kaki Gunung Arjuno. Tempat ini berada pada ketinggian 950 – 1250 m dengan temperatur 19 – 26 derajat Celcius. Tidak ada asap kendaraan karena kendaraan bermotor nyaris tidak melintas di perkebunan seluas 629 Ha yang dikelola oleh PTPN XII itu.Tampak dari kejauhan hamparan pepohonan dengan daun-daunnya yang hijau, kicau burung menambah semaraknya perbincangan dengan gelak tawa pemetik daun teh. Sekilas tentang Agro Wisata Kebun Teh Wonosari yang terletak di desa Toyomarto Kecamatan Singosari dan Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Objek Wisata ini menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dan panorama keindahan alam salah satu atraksi wisata untuk menambah wawasan pengetahuan, yakni pemetikan daun teh sampai proses akhir hingga produk berada di tangan konsumen.

Bersepeda di Kebun Teh WonosariKebun Teh Wonosari

Selain bisa merasakan udaranya yang segar, pengunjung bisa menikmati teh Rolas yang menjadi andalan tempat tersebut. Bagi pengunjung yang ingin membeli teh Rolas yang harum tersebut, pihak pengelola menyediakan outlet khusus dengan harga yang tentunya lebih murah. Bahkan pihak outlet menyediakan suguhan teh secara gratis di outlet tersebut.
Fasilitas yang tersedia di wisata agro ini mulai dari taman bermain, kolam renang, mini zoo, kereta mini, lahan perkemahan, kesenian daerah, jalur sepeda sehat, lapangan voli, lapangan tenis, driving area, hingga flying fox. Ada fasilitas yang diberikan secara gratis, ada juga yang dikenai biaya.
Fasiitas lainnya adalah penginapan dengan berbagai tipe. Paling mewah tarip per malam 1,4 juta rupiah, sedangkan yang murah berkisar 160 – 200 ribu rupiah. Di samping itu ada juga rumah pohon yang hanya untuk 2 orang dengan tarip per malam 200 ribu rupiah.

Gunung Bromo

Gunung BromoDengan keadaan alamnya yang masih hijau alami, serta kawasan Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru mengiringi perjalanan anda menuju Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang, menelusuri jalan berkelok dari Kecamatan Tumpang terus menuju ke arah Timur Kecamatan Poncokusumo dan pada batas Desa terakhir yaitu Desa Ngadas. Desa Ngadas terletak lebih kurang 12 km dari obyek  wana wisata air terjun Coban Pelangi, dan dari Desa Ngadas menuju ke persimpangan Jemplang, jaraknya lebih kurang 3 km. Pada persimpangan Jemplang Anda akan merasakan kebesaran Sang Pencipta, dengan pemandangan yang benar-benar indah mempesona dari balik punggung Gunung Bromo dengan hamparan savana hijau yang amat luas dan di antara bukit-bukit yang Pos Jemplangmembatasi pandangan. Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru ini merupakan kawasan hutan lindung yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta alam. Selain penduduk Tengger di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, penduduk Tengger di Wilayah Kabupaten Malang ikut serta dalam upacara Kasada. Walaupun jarak menuju tempat upacara di potan cukup jauh, Desa Ngadastekad pada penduduk desa Ngadas dan sekitarnya yang mayoritas suku Tengger tetap melaksanakan upacara tersebut. Route jalan ini ramai dilalui para pendaki waktu hari Kasodo yaitu melalui padang savana serta lautan pasir. Disamping perayaan tradisional yang disebut “Kasada” juga ada upacara “Karo”, yang diselenggarakan oleh masyarakat Tengger.

Gunung Semeru

Gunung SemeruDi sisi tenggara dari Pos Jemplang dapat di lihat keindahan panorama Gunung Semeru yang merupakan kawasan hutan lindung yang memiliki beberapa telaga seperti Ranu Pane, Ranu Kumbolo dan Ranu Regulo dengan puncaknya Mahameru. Jarak dari Pos Jemplang ke Ranu Pane ± 6 km melawati jalan tanah dan berbatu. Gunung Semeru dalah salah satu gunung berapi yang masih aktif dan tertinggi di pulau Jawa. Pos JemplangSelain itu di kaki gunung Semeru terdapat kawasan hutan yang disebut Piket Nol yang merupakan dataran tinggi di daerah Ampelgading sebelum memasuki Kabupaten Lumajang.

Air Terjun Coban Pelangi

Wana wisata Coban Pelangi merupakan sebuah air terjun di sebelah timur Kota Malang yang berjarak sekitar 2 km dari Desa Gubuk Klakah Kecamatan Poncokusumo di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas, mempunyai ketinggian kurang lebih 30 meter dan merupakan wisata alam yang masih belum di kelola. Objek wisata ini masih alami di tengah hutan dan sebelah kanan kirinya tumbuh Panorama menuju Coban Pelangipohon-pohon pinus yang cukup lebat dengan suhu udara antara 190 – 230 Celcius dan termasuk dalam zona BTS. Untuk menuju lokasi, terdapat jalan setapak sepanjang 1,5 km dan shelter tempat istirahat.

Air Terjun Coban Rondo

Air Terjun Coban RondoAir Terjun Coban Rondo juga merupakan salah satu obyek wana wisata yang dimiliki di Kabupaten Malang. Terletak ± 12 km dari Kota Batu, atau tepatnya di Desa Pandansari Kec. Pujon. Di obyek wana wisata ini akan anda temui sebuah air terjun dengan ketinggian 60 m. Kawasan Wana Wisata Air Terjun Coban Rondo adalah kawasan wana wisata yang paling mudah ditempuh. Jalan masuk menuju lokasi sudah beraspal, sehingga sangat memudahkan wisatawan apabila ingin mengunjungi obyek wana wisata ini. Di sekitar air terjun Coban Rondo, dipenuhi pohon-pohon pinus dan cemara gunung, membuat suasana di obyek wisata ini serasa sejuk. Kebun Binatang Mini Tidak hanya air terjun saja yang ada di obyek wana wisata ini. Anda juga dapat melihat panorama keindahan kota Batu, aneka tanaman toga, aneka satwa serta penginapan yang pada saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

Air Terjun Coban Glotak

Air Terjun Coban Glotak terletak di dekat Desa Dalisodo Kecamatan Wagir, dan jarak dari kota Malang kurang lebih 13 km, air terjun ini belum dikelola dan kondisi jalannya masih makadam.

Air Terjun Coban Glotak

Dari bermacam-macam obyek wisata yang ada dikelompokkan menurut jenis wisatanya. Yaitu wisata hiburan yang mengutamakan obyek wisata hiburan untuk anak-anak dan keluarga seperti Taman Burung Malang, Pemandian Metro, Pemandian Dewi Sri dan masih banyak lagi yang lainnya. Wana Wisata mengutamakan obyek wisata yang berhubungan dengan alam sekitar seperti Gunung Bromo, Air Terjun Coban Rondo, Air Terjun Coban Pelangi dan sebagainya. Wisata Budaya mengutamakan obyek wisata yang berhubungan sejarah dan budaya Kabupaten Malang, seperti Candi Singosari, Candi Badut, serta tempat-tempat ritual seperti Pesarean Gunung Kawi. Wilayah selatan Kabupaten Malang dikenal pula dengan Wisata pantainya. Cukup banyak pantai yang ada di Kabupaten Malang seperti Pantai Ngliyep, Pantai Balekambang, Pantai Sendang Biru dan masih banyak lagi. Disamping itu Kabupaten Malang dikenal pula dengan wisata tirta salah satunya Bendungan Selorejo. Agro Wisata juga terdapat di Kabupaten Malang. Ada 1 daerah yang potensial yaitu Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang.

Candi Singgosari

Candi Singosari

Di Kabupaten Malang banyak sekali terdapat peninggalan-peninggalan masa lampau. Salah satu diantaranya adalah Candi Singosari. Candi ini terletak di Kecamatan Singosari lebih kurang 11 km sebelah utara dari pusat kota Malang. Candi Singosari/Singhasari kadang disebut pula sebagai Candi Ken Dedes terletak di kota Singosari. Candi Singosari juga merupakan makam Raja Kertanegara (1268 – 1292) sebagai Bhirawa atau dewa Syiwa dalam bentuk ganas.

Candi Singgosari
Arca Dwarapala

Di sebelah barat candi Singhasari (kurang lebih 100 Meter) terdapat dua arca besar yang mempunyai tinggi 3,7 Meter yang disebut sebagai penjaga atau lebih dikenal dengan Arca Dwarapala dari sebuah taman yang indah dan luas pada zaman kerajaan Singhasari, yang mungkin mencakup Sumberawan. Yang berada disebelah selatan pada tahun 1980 pernah dinaikkan dari benamannya yang setinggi dadanya.
Arca Dwarapala Arca Dwarapala

Candi KidalCandi Kidal
terletak sekitar 7 Km dari Kecamatan Tumpang tepatnya di Desa Kidal, adalah merupakan tempat abu jenazah raja kedua dari Kerajaan Singhasari (1227 – 1248) yaitu Anusapati yang dipuja sebagai Syiwa. Candi ini menghadap Barat mempunyai tinggi 12,5 meter diperkirakan selesai pembangunannya sekitar tahun 1260.
Terdapat pahatan dari ceritera Garuda yang mencuri Amarta, air kehidupan, untuk menebus ibunya yang diperbudak oleh saudaranya. Pahatan terindah terdapat dibelakang (sebelah timur) yaitu menggambarkan Garuda sedang membawa Amarta Pahatan Kala sudah lain dengan pahatan dari Jawa Tengah karena rahang bawahnya ditampakkan.

Stupa Sumberawan

Stupa Sumberawan Karena bangunan Stupa Sumberawan ini bentuknya menyerupai genta, maka salahlah kalau disebut candi. Menurut Empu Prapanca, stupa ini pernah dikunjungi raja Hayam Wuruk pada tahun 1359, karena disekitarnya pun terdapat banyak kolam teratai dan terkenal dengan nama Kasuranggahan yang berarti Taman Bidadari. Inilah mungkin sekali Sumberawan, karena letaknya yang ditengah hutan kecil, di lereng gunung Arjuno, dikelilingi kolam dan nampak indah sekali. Stupa, yang tingginya 2,23 Meter ini terletak kira-kira 8 Km jauhnya dari Singosari atau tepatnya di Desa Toyomarto.
Stupa Sumberawan Kolam Sumberawan
Pemandian Watugede

Di Kecamatan Singosari memang banyak sekali peninggalan- peninggalan sejarah jaman kerajaan Singosari/Singhasari. Salah satu diantaranya adalah Pemandian Watu Gede. Konon kabarnya tempat ini adalah pemandian bagi raja-raja Singhasari. Yang cukup menarik dari pemandian ini yaitu sumber airnya yang tersebar disisi pemandian dengan debit air yang cukup tinggi. Letaknya lebih kurang 10 km dari pusat kota Malang (dekat dengan Stasiun Kereta Api Singosari ± 100 m)
Pemandian Watugede Pemandiaan Watugede
Pesarean Gunung Kawi

Pesarean Gunung KawiPesarean Gunung Kawi merupakan tempat Khol untuk memperingati wafatnya Mbah Soedjono yang dimakamkan di Gunung Kawi, di Kecamatan Wonosari, merupakan ziarah keluarga yang berangkat beriring dari sebuah masjid ke makam, yang kemudian diikuti oleh ribuan peziarah lain, sebagian besar datang dari luar Kabupaten Malang.
Mbah Imam Soedjono adalah salah satu dari 70 bangsawan yang ikut menentang penjajah di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro di sekitar Yogyakarta antara tahun 1825 – 1830 ; sedangkan Mbah Djoego Pintu Masuk ke Pesarean Gunung Kawi dengan makam disebelahnya adalah pendamping Mbah Soedjono di pedepokan Gunung Kawi dan seorang yang berjasa pada penduduk mengatasi penyakit ternak semasa hidupnya.
Selamatan dan pertunjukan wayang kulit selalu menyertai acara ini dan upacara serupa dalam bentuk sederhana juga diadakan dengan selang 5 minggu, yaitu pada hari wafatnya Mbah Djoego, menjelang hari Senen Pahing dan juga pada hari menjelang Legi, hari yang dipandang keramat oleh masyarakat Jawa Timur.Tanggal wafatnya adalah 12 Sura dan menurut kalender Saka (Jawa/Aboge) ziarahnya dilakukan pada sore hari sebelumnya pada pukul 16.00 sedangkan selamatannya pada pukul 19.00. Tahun wafatnya adalah 1876.

Makam Karaeng Galesong

Makam Karaeng Galesong Kabupaten Malang pada waktu jaman penjajahan Belanda merupakan salah satu tempat basis perlawanan melawan penjajah. Dalam melawan penjajah untuk membela nusa dan bangsa Indonesia banyak pahlawan yang gugur. Makam Karaeng GalesongSalah satu diantaranya pahlawan yang gugur dan di makamkan di Ngantang adalah KARAENG GALESONG TUMENANGA RI TAPPANA, yang berasal dari Makasar, seorang Panglima Perang Angkatan Laut Kerajaan Goa, Putra Sultan Hasannuddin, Raja Goa ke XVI, menantu Raden Trunojoyo, murid Penambahan Giri.
Karaeng Galesong adalah tokoh pahlawan yang menentang VOC pada waktu penjajahan Belanda ± abad 17. Makam ini terletak di Desa Sumber Agung, kec. Ngantang ± 5 Km dari obyek Wisata Bendungan Selorejo

Candi Jajaghu / Jago

Candi Jajaghu / Jago Candi Jago atau Jajaghu yang terdapat di Desa Tumpang Kec. Tumpang ini merupakan pusara Raja Wisnuwardhana dari Kerajaan Singhasari sebagai Budha Amogapasya yang mangkat pada tahun 1268.Yang khas dari candi ini adalah adanyarelief keliling dengan 5 buah ceritanya, yaitu Tantri Kamandeka, Kuntjarakarna, Parthayajna, Arjunawiwaha dan Krisnayana dengan bentuk-bentuk pelakunya yangmirip wayang kulit, seperti halnya pula yang terdapat di Candi Penataran, Blitar. Gubernur Raffles pada tahun 1815 pernah mengunjunginya dan menuliskannya dalam buku “History of Java”. Bentuknya yang tersusun 3 teras dengan badan candi agak kebelakang merupakan bentuk yang khas pula dari candi ini.
Canbdi Jajaghu / Jago

Sumber: http://www.malangkab.go.id

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2009 in Jalan-jalan

 

Tags: , , ,

Candi-candi di Singosari, bukti keagungan Singosari jaman dahulu

Sebagai orang malang tentunya sudah tidak asinglagi dengan candi Singosari. Nah, selain tempatnya yang mudah dijangkau, kita bisa lebih mengenal sejarah dan budaya negeri kita sendiri lho.

Candi-candi di Singosari, bukti keagungan Singosari jaman dahulu…

Sebagai orang malang tentunya sudah tidak asinglagi dengan candi Singosari. Nah, selain tempatnya yang mudah dijangkau, kita bisa lebih mengenal sejarah dan budaya negeri kita sendiri lho.

Ini sebenarnya tampak samping, bukan dari depan candi malah…

Ini arcanya sedang dibersihkan, jadi dikeluarkan dari kamar candi…

Yang satu ini lagi gak mau keluar rumah he50x…

Kalo satu ini, arca jenis baru, he50x… ngapain disitu mbak?

Ada satu lagi candi yang berada di Singosari, yaitu candi Sumberawan. Nah aku sendiri baru tahu setelah diundang teman-teman pengurus Permaseta waktu acara PLA 1 di Sumberawan. Nah lokasinya itu pas banget di sebelah candi ini, atau lebih tepat disebut stupa sih.

Menurut keterangan yang saya dapat, candi ni dibangun untuk menjada mata air yang ada disitu, semacam tempat pemujaan untuk dewa agar mata airnya terus mengalir.

Btw, ga tau kenapa, kalo aku yang motret itu pas banget sama keinginan, pas maunya aku yang difoto hasilnya itu gak bisa sesuai keinginan. Padahal pengen berpose yang bagus di depan candi/stupa ini. (Sorry lho ya buat Dian hue50x…)

Oiya ini tempat semedi, asal tahu, kadang pada hari-hari tertentu banyak orang yang kesini untuk berdoa, bersemedi, mandi dll. Kesan mistisnya dapet kan jadinya.

Yang ini aneh lagi, ada pohon yang bentuk kulit pohonnya itu mirip anak kecil atau orang yang mau manjat pohon. Bagus kan.

Jadi buat warga Malang yangmungkin belum tahu, kaya aku tentunya, bisa menjadikan tempat ini sebagai referensi wisata sejarah dan budaya anda lho.

 
Leave a comment

Posted by on August 12, 2008 in Jalan-jalan

 

Tags: , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.