Sejarah dan Asal-usul Kota Malang

Adalah seorang raja yang bijaksana dan amat sakti, Dewasimha namanya. Ia menjaga istananya yang berkilauan serta dikuduskan oleh api suci Sang Putikewara (Ciwa). Berbahagialah sang Raja Dewasimha karena dewa-dewa telah menganugerahkan dalam hidupnya seorang putera sebagai pewaris mahkotanya. Putra yang kemudian menjadi pelindung kerajaan itu bernama Liswa atau juga dikenal sebagai Gajayana. Adalah Gajayana seorang raja yang begitu dicintai rakyatnya, berbudi luhur dan berbuat baik untuk kaum pendeta serta penuh baktu sesungguh-sungguhnya kepada Resi Agastya.

Sebagai tanda bakti yang tulus kepada Resi tersebut, sang Raja Gajayana telah membangun sebuah candi yang permai untuk mahresi serta untuk menjadi penangkal segala penyakit dan malapetaka kerajaan. Jikalau nenek moyangnya telah membuat arca Agstya dari kayu cendana, maka Raja Gajayana sebagai pernyataan bakti dan hormatnya telah memerintahkan kepada pemahat-pemahat ternama di seantero kerajaan untuk membuat arca Agastya dari batu hitam nan indah, agar semua dapat melihatnya. Arca Agastya yang diberi nama Kumbhayoni itu, atas perintah raja yang berbudi luhur tersebut kemudian diresmikan oleh para Regveda, para Brahmana, pendeta-pendeta terkemuka dan para penduduk negeri yang ahli, pada tahun Saka, Nayana-Vava-Rase(682) bulan Magasyirsa tepat pada hari Jum’at separo terang.

Ia Raja Gajayana yang perkasa itu adalah seorang agamawan yang sangat menaruh hormat kepada para pendeta. Dihadiahkannya kepada mereka tanah-tanah beserta sapi yang gemuk, sejumlah kerbau, budak lelaki dan wanita, serta berbagai keperluan hidup seperti sabun-sabun tempat mandi, bahan upacara sajian, rumah-rumah besar penuh perlengkapan hidup seperti : penginapan para brahmana dan tamu, lengkap dengan pakaian-pakaian, tempat tidur dan padi, jewawut. Mereka yang menghalang-halangi kehendak raja untuk memberikan hadiah-hadiah seperti itu, baik saudara-saudara, putera-putera raja, dan Menteri Pertama, maka mereka akan menjadi celaka karena pikiran-pikiran buruk dan akan masuk ke neraka dan tidak akan memperoleh keoksaan di dunia atau di alam lain. Ia, sebaliknya selalu berdoa dan berharap semoga keturunannya bergirang hati dengan hadiah-hadiah tersebut, memperhatikan dengan jiwa yang suci, menghormati kaum Brahmana dan taat beribadat, berbuat baik, menjalankan korban, dan mempelajari Weda. Semoga mereka menjaga kerajaan yang tidak ada bandingannya ini seperti sang Raja telah menjaganya.

Raja Gajayana mempunyai seorang puteri Uttejena yang kelak meneruskan Vamcakula ayahandanya yang bijaksana itu.

Cerita di atas diangkat sari satu prasasti yang bernama “Prasasti Dinaya atau Kanjuruhan” menurut nama desa yang disebutkan dalam piagam tersebut. Seperti tertulis di dalamnya, prasasti ini memuat unsure penanggalan dalam candrasengkala yang berbunyi : “Nayana-vaya-rase” yang bernilai 682 tahun caka atau tahun 760 setelah Masehi.

Apabila prasasti itu dikeluarkan oleh Raja Gajayana pada tahun 760 sesudah Masehi, maka paling tidak prasasti itu merupakan sumber tertulis tertua tentang adanya fasilitas politik yakni berdirinya kerajaan Kanjuruan di wilayah Malang. Tempat itu sekarang dikenal dengan nama Dinoyo terletak 5 km sebelah barat Kota Malang. Di tempat ini menurut penduduk disana, masih ditemukan patung Dewasimha yang terletak di tengah pasar walaupun hampir hilang terbenam ke dalam tanah.

Malangkucecwara berasal dari tiga kata, yakni : Mala yang berarti segala sesuatu yang kotor, kecurangan, kepalsuan, atau bathil, Angkuca yang berarti menghancurkan atau membinasakan dan Icwara yang berarti Tuhan. Dengan demikian Malangkucecwara berarti “TUHAN MENGHANCURKAN YANG BATHIL”.

Walaupun nama Malang telah mendarah daging bagi penduduknya, tetapi nama tersebut masih terus merupakan tanda tanya. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas pernyataan tersebut di atas. Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal-usul nama Malang tersebut. Malangkucecwara yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkucecwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.

Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti candi Jago dan candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman kerajaan Singasari.

Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkucecwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu.

Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………”

Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti tiu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.

Timbulnya karajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.

Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah.

Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.

Mengapa Malang?

Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkucecwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal-usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkucecwara.

Sekilas Sejarah Pemerintahan

Kota malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

Malang merupakan sebuah Kerajaan yang berpusat di wilayah Dinoyo, dengan rajanya Gajayana.

  • Tahun 1767 Kompeni memasuki Kota
  • Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
  • Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
  • Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
  • 1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
  • 8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
  • 21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
  • 22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
  • 2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
  • 1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

(disadur dengan sedikit perubahan dari digilib.malangkota.go.id)

154 thoughts on “Sejarah dan Asal-usul Kota Malang

    1. siip kota Malang adalah kota keduaku ,krn aku Alumni ITN Malang ,bahkan anakku juga lagi kuliah di ITN malang

      1. nyantai aja lagi Kabupaten Sidoarjo Juga ada Sejarahnya kamu aja nggak mau cari tahu, dulu ada Kerajaan Kahuripan Jenggala milik Raja Airlangga yang sekarang di namakan nama Kampus di Surabaya, tapi karena dua anaknya bertengkar ingin kekuasaan akhirnya kerajaannya di bagi dua Jenggala dan Kadiri, Jadi Kerajaan Jenggala lebih tua dari Singasari dan Majapahit. Karena cikal bakalnya juga dari sini, dan Kerajaan Airlangga menguasai Jawa Timur.

  1. I LOVE MALANGGGG…..

    KLO BOLA INGET DUKUNG ARAEMANIA YACHHHHH

    AQUW SIH KE MALANG CUMA KANGEN MA KAKAKKU….
    AQUW JGA SYG KOQ MA DIA…
    KPN LGI YACH BISA KE MALANGG

    EMANG.. MALANG ITU KOTA WISATA NAN INDAH PERMAIIY..
    SALAM SATU JIWA AREMA YAAAA…..

    1. Arema …. bukan hanya sekedar bola dan supporternya …. tapi merupakan simbol dari semangat malangan yg pantang menyerah … arema adalah filosofi dan gaya hidup arek malang dari masa ke masa ….. sasaji …..

  2. disana aku dilahirkan………….
    disana aku dibesarkan………….
    kini aku berada tidak jauh dari kota malang.
    malang………………. INSYA ALLAH AKU AKAN PULANG KEMALANG

  3. Cuma siji yoiku malang.
    Suroboyo ra iso opo2
    mALaNG truz maju sepak b0lane q truz mendukungmu mpe kiamat
    SALAM SATu JiwA

  4. pertama kali ke malang langsung jatuh cinta sejuk kotanya belajar bahasa yang di balik balik :) sekarang aku jadi aremanita bersuamikan aremania :)sudah punya ktp kota ngalam punya.kini lahir juga aremania ku si kecil :)
    SALAM SATU JIWA AREMANIA !!!

  5. malang kota indah..
    sejuk nyaman, bagai bunga di dalam taman..
    disana..aku dilahirkan dan aku dibesarkan di kota kesayangaaaan..

    1. malang selalu ku kenang kota yang indah dan kota yang bersih aku di lahirkan di kota lama ciptomulyo walau sekarang aku ga tinggal disana tapi aku selalu menjaga nama baik kota MALANG.Hidup Malang ONGIS NADE STOP KADIT OJIR SLAB SALAM DARI UKA NGOGAB.

  6. malang kota indah dan menawan seperti bunga di tepi taman
    malang tempat ku dilahirkan tempat ku di besarkan di kota kesayangan

    1. ndak ada bonek ndak ada arema maupun sakerah, jangan berbuat bodoh yang akirnya menjadi pertengkaran kekacauan yang merugikan kita bersama….. kita sama bangsa besar bangsa indonesi

  7. malang dilihat dari sudut mananpun tetap malang (melintang)
    kota yang damai jauh dari tindak anarkis,
    malang penuh misteri yng blom t’ungkap,dan malang adlh kota kramat

  8. aku msh pnasaran deh, tp bnr asal usul kota malang koq hmpir mrip kota surabaya yeaaaaaaaaaaaaaa

  9. sip,lumayan akurat tu historynya….
    ouw iy klo ki ageng gribig tu siapa,ko g disebutin padahal org malang bilang yang mbabat alas kota malang tu dy,,,,, lebih jelas lagi dunk

  10. bagusss
    dan ga nyangka kutobedah (tempat tinggal) dulu bisa bernilai sejarah.., apakah kedungkandang, muharto dan comboran juga (kota lama)

    Dinoyo ya.., jadi inget ankot LDG ho2 :D numpang share gan

  11. aku boleh nambah komenn nggak?
    aku dengar dari cerita rakyat di desaku. kelurahan merjosari kecamatan lowokwaru kota malang. aku tau dari kakek terus dilanjutkan ke bapak terus ke aku, ceritanya kenapa kota ini bernama ‘malang’? dari cerita kakek buyutku. malang adalah sebuah tempat dimana daerah tersebut tidak punya jalan keluar atau terhalang. terhalang disini maksudnya terhalang oleh gunung2 yg emang dari utara selatan timur dan barat malang terhalang oleh gunung gunung. adanya daerah bernama kecamatan ‘lawang’ dan setelah itu ‘singosari’ mempunyai alur logika tersendiri. lawang artinya pintu. dalam kenyataan topografi jika kalian pergi ke lawang. daerah tersebut memang lebih rendah dari malang. intinya kayak sebuah atau satusatunya pintu atau jalan menuju daerah yang terhalang. adanya singosari sebagai gerbang penjaga oleh singa dan arca dwarapala yg memang ditemukan didaerah sana. liat deh jalan lain atau pintu lain, kota batu memiliki derah yang tinggi, pada jaman dulu daerah tinggi sangat tidak bisa diakses. oke sekarang liat peta, semua kerajaan berada diutara kota malang, kebayang nggak, mereka masuk kota malang tapi lewat gunung di batu, blitar, tajinan, buring, arjuna.. yaa pasti mereka lewat daerah utara yang lebih rendah kan . kembalilagi untuk menuju satudaerah yang terhalangi (malang) dibutuhkan jalan masuk yaitu pintunya and that is lawang, jadi aku mendukung cerita kakekku.
    -dari pujo adi saputro penggemar malang dan pencari sejarahnya- kalau mau cerita rakyat lagi tanya aku aku punya banyak ttg malang dan daerah kabupatenya

    1. aku bukan orang Malang, but I really really really love Malang… penasaran sama sejarahnya, jd browsing deh. thanks 4 sharing. nice ^^

  12. şāyā bāŋggā męŋjādį wāŗgā ķoţā mālāŋg, çoz… şāmpāį şāāţ įŋį ţęţāp āmāŋ wālāųpųŋ pāŋgāŋ māђāl…

  13. Di kota ngalam lah aq terlahir aq juga senang mengikuti sejarah kota ngalam aq juga pernah mengupas sejarah ki ageng gribik tapi kenapa ki ageng gribik kok gak di masukan juga dalam sejarah kota malang padahal menurut cerita beliau juga turut serta dalam membangun kota ngalam. SALAM SATU JIWA AREMA…….I LOVE NGALAM

  14. Sam , ntuk melengkapi sejarah ngalam babat islaam , silakan taanya ke pd turunan kiyai ageng gribig …
    Lumayan ntuk menambah sejarah .
    Klo. Mw tnya sejarah gribig ,da diketurunan kiyai ageng , tertulis dgn arap pegon .
    Serta silsilahnya …..

    1. Klo memank sampean berkenan ..
      Tntang sejarah gribig dan sktarnya ..

      Monggoh ,saya aturi pinarak kerumah kulo ..
      Mbok bilih jenengan panci kerso .
      Saget hubungi kulo.

  15. 1.Malangkucecwara berasal dari tiga kata, yakni : Mala yang berarti segala sesuatu yang kotor, kecurangan, kepalsuan, atau bathil, Angkuca yang berarti menghancurkan atau membinasakan dan Icwara yang berarti Tuhan. Dengan demikian Malangkucecwara berarti “TUHAN MENGHANCURKAN YANG BATHIL

    2. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.

    dari baca artikel di atas ada 2 poin yg mengingatkan pd masa kecilq dulu ketika mau tdr selalu di kasi dongeng oleh kakekq

    kata kakekq Malang itu di ambil dari seekor ular raksasa yg sedang bertapa bernama (Malangkucecwara) yg artinya seperti di jabarkan di atas
    saking besarnya ular itu kepalanga berada di gunung buring dan ekornya berada di daerah batu

    bangunan suci yg ada di gunung buring itu adalah kepala ular petapa yg di ibaratkan sebagai kelahiran
    dan bangunan suci yg ada di batu itu adalah ekor ular yg melambangkan kematian
    intinya ketika manusia lahir dalam keadaan suci, mati pun jg harus dalam keadaan suci,

    ya inikan cuman mitos maklum q kan orang jawa yg besar dari mitos2 yg berkembang
    dan dongeng tidur masa kecil,

  16. Pingback: GhaniySanaubar
  17. saya sangat senang dengan kota malang, karena aku memperoleh kesembuhan spontan ketika lama sakit, penyembuhan dari alamnya, semoga Allah SWT selalu memberikan rahmatNya untuk kota malang

  18. Malang, kota klahiranku n aq besar dkota ini, tpi udh 30 thn aq gk kembali, Malang penuh dg kenangan, smoga hri tuaku aq tinggl dkota ini, Aminnn…

  19. Ilove you malang aku pasti akan pulang..

    Walau sekarang aku ada di bali tp aku selalu merindukan mu kota ku dan semua keluarga ku terutama ibuku..
    Dan tidak lupa untuk AREMANIA aku selalu mendukung mu SALAM 1 JIWA,,

  20. SEMOGA SEHAT SELALU. (serbukjahesuper.blogspot.com)
    Serbuk JAHE SUPER, serbuk jahe murni, tanpa gula dan pengawet.
    1. kopi bubuk Sido Mulyo (pasar klojen malang).
    2. Pusat Oleh2 keripik tempe SWARI.
    3. Goedang Oleh2 Malang.
    4. Depot HTS Lawang.
    5. Depot Mesir Kota Batu.
    dll. (087859696134)

      1. Alamt ku saiki. Komplek mekarsari rt 02/06 Ds.mekarsari Kec.Rajeg Tangerang Banten. Lahir desa clumprit kecamatan gondanglegi kabupaten malang.jatim.

  21. saya lagi kuliah di malang, rumahnya deket daerah dinoyo. tapi ko saya tidak melihat jejak jejak peninggalan prasejarah di daerah tersebut? apakah sudah hilang jejak yang di tinggalkan atau mungkin sudah di pindahkan? mohon jawaban nya

  22. Setelah hampir 30 tahun bukan penduduk malang dan liat history of malang, saya jadi ingin tahu ttg malang, terutama sejarahnya dan asal usulnya kenapa bernama celaket, lowok waru, pandean, blimbing, comboran,,sukun, jodipan,bunul, dlsb.

  23. Aq lahir d malang dn sdh bsr tinggal d bandung. klo d tanya kota mana yg aq suka ya jujur aj aq lbh suka kota bandung! Mungkin krn kehidupanku d kota bandung jd lbh baik trutama dlm mslh ekonomi! Bandung serba lengkap dn kehidupan srta kotanya tdk beda dgn jkrta! Tp aq jg msh ingt kota malang klo aq teringat masa kcl ku yg miskin.

  24. sampai kapan pun kota malang selalu kukenang.aku lahir -juga 6 saudaraku- dan tumbuh di kota ini. aku asli malang atau arema. tp sejak th 1995 aku tinggal di bojonegoro sebab istri dan usahaku di sini. hampir setiap bln aku ke malang sebab anak laki lakiku kuliah di UNBRAW jurusan TIK semester 3. malang yg sejuk,dan indah selalu kurindukan. tapi sayang jalan di mlg kena “penyakit” macet.

  25. anak ku tinggal di kota Malng dekat GOR Ken Arok,aku sering ke malang yg indah sejuk…apalg di batu ,selecta ,tretes,jatim park,,,wowww….bagus ,alun2 tempat2 musium nya ,dtg deh pasti seneng,aku sore2 minum angsle asik….KA gajayana sipp…jgn lp mampir….daggg

  26. nambah lg berita ku ;didpn rumak anak ku ada gunung arjuna di gor ken arok nama jln nya daerag buring ada pasar kebalen,disamping rmh kantor BNN,msh ada cerita lg tentang kota malang.

  27. yuk gan gabung di http://www.Royalflush99.net situs judi poker online texas holdem uang asli rupiah,situs Judi poker online Utama di indonesia yang menggunakan UANG ASLI resmi dan terpercaya ,tanpa bot dan tanpa agen atau admin dengan keuntungan referal 20% serta promo-promo terbaik
    Poker Online Indonesia, Poker Indonesia Online, Poker Online Resmi, Poker Online terpercaya, Judi Poker Online Uang Asli”

  28. W klo Denger Kata ”Kota Malang” jadi lupa sama yg nama.a jakarta,,walau pun udah 25 thn tinggal di jakarta.,Tp Malang tetep di Hati.,
    Sayang.a wktu trakhir w maen ke malang thn 2013, w liat lg ada pembangunan apartmen di deket kampus Brawijaya,,jadi bikin jelek pemandangan aja. sumpek liat.a.
    sayang bgt klo di malang sampe bnyk gedung., bikin panas..!! mudah”an aja kaga ngerembet kemana” ??
    I LoVe Malang. Salam 1 Jiwa Fir All

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s