Kopi Yang Lain

Kopi Yemen
Salah satu kopi yang terbaik di abad ke-17 adalah kopi asal Yemen Mocha. Kopi ini menurut kabar digunakan di rumah-rumah kopi di Konstantinopel dan Mesir. Kopi ini dikerjakan dengan cara tradisional oleh petani-petani Yemeni, biasanya setelah biji kopi dipetik lalu dijemur di atas rumah batu. Terus yang sudah kering dipisahkan dan ditumbuk hingga halus.

Kopi Yemen bisa disebut kopi tertua dan uniknya kopi yang dikeringkan saat bulan purnama harganya lebih mahal dibanding saat tidak ada bulan. Kenapa? buah kopi terasa lebih kering dan manis.

Kopi Sumatra – Jawa
Kopi dari wilayah Indonesia bagian barat ini harganya semakin mahal setelah tsunami. Ada racikan campuran dengan coklat sehingga rasanya terasa lebih manis tapi sebenarnya lebih enak yang benar-benar kopi asli.

Kopi Sumatra boleh disebut sebagai kopinya abad 18 karena saat itu perdagangan kopi dunia (Eropa) banyak diambil dari pulau Andalas dan mematahkan monopoli Yemenis. Siapa pembawanya? Tentu saja VOC alias para pedagang Belanda. Prosesnya dengan cara basah, untuk memisahkan buah dari bijinya sebelum dikeringkan.

Kalau ada yang pernah mengunjungi Danau Toba, di situ merupakan pusatnya kopi Lintong dan Mandheling. Proses pembuatan kopi mirip dengan yang ada di pulau Jawa, yakni menggunakan mesin rakitan untuk menguliti buah kopi. Lalu proses selanjutnya adalah membungkus kopi satu malam dalam plastik.

Tapi di abad ke-18, wong Londo sepertinya belum punya pengemas plastik, so ga tau sih mereka mengemasnya menggunakan bahan apa? Kadang para petani kopi mengeringkan kopi dengan cara dijemur di tanah liat, sehingga rasanya “membumi” banget.

Tapi sekarang sih kebanyakan kopi Jawa dan Sumatra sudah dicampur dengan jagung untuk menghemat biaya produksi. Akan tetapi ada juga yang tetap menggunakan bahan baku murni meski harga jual menjadi mahal. Kopi-kopi Jawa dan Sumatra inilah yang masih banyak beredar di rumah-rumah kopi di Eropa dan Amerika. Saking terkenalnya kopi Jawa (Java), namanya juga digunakan oleh salah satu perusahaan IT sebagai logo produknya.

Kopi Brazil
Kopi ala Samba. Ya, Brazil juga merupakan salah satu produsen biji kopi terbaik di dunia. Bourbon Santos, kopi Brazil yang beramoma nikmat dan berwarna hitam pekat. Kopi Brazil mulai terkenal di abad ke-19 dan dipasok ke Amerika Serikat.

Iklim Brazil Selatan yang juga termasuk daerah tropis, hampir sama seperti Indonesia, membuat tanaman kopi pun tumbuh dengan subur. Petani Brazil memiliki cara pengolahan yang hampir sama dengan petani di negeri kita, dengan cara menjemur buah kopi yang dipetik agar kering. Setelah itu dipisahkan dari bijinya.

Jenis kopi yang terkenal adalah Brazil Santos 2, Good Santos, dan Brazil Santos. Biasanya biji-biji kopi tersebut dibeli langsung dari satu kebun milik petani, lantas para eksportir atau importir mengolahnya di  pabrik.

Costa Rica La Minita Tarrazu
Kopi asal Costa Rica, Amerika Latin, dari pertanian La Minita menjadi kopi paling hit pada abad ke-20. La Minita menjadi kopi yang secara konsisten menjaga mutu dan citra rasa. Bahkan di tahun 1980-an, derajat La Minita Tarrazu naik setara dengan anggur berkat pemasaran yang tepat. Kopi ini pun diolah dengan cara basah, persis seperti metode yang dilakukan orang-orang Belanda di Jawa pada awal abad 18.

Namun kopi terbaik di abad ke-20 adalah Kenya AA. Negara jajahan Inggris ini baru mengenal kopi pada tahun 1900. Namun akibat perekonomian global yang mengalami pernurunan berimbas juga ke negara Afrika tersebut. Akibatnya industri kopi Kenya yang tadinya besar malah ambruk dan kualitas jadi tidak terkontrol.

(dari berbagai Sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s