RSS

Category Archives: Jalan-jalan

My Traveling Records

INDAHNYA HADIAH RAJA AIRLANGGA

Sejumlah koleksi benda-benda sejarah di museum Mpu Tantular, Surabaya, mulai kemarin hingga hari ini dipamerkan di gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM). Benda-benda itu dipajang bersama sejumlah karya seni dosen dan mahasiswa UM.

Salah satu koleksi yang menarik pengunjung adalah Garudeya yang terbuat dari emas 22 karat. Hiasan berbentuk burung garuda seberat 1.163,09 gram itu dihiasi dengan 64 batu permata. Sayang, saat ditemukan hanya ada 48 permata yang masih menempel.

Hiasan itu sendiri ditemukan tahun 1989 di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kebupaten Kediri. Jika dilihat dari reliefnya, kemungkinan hiasan itu dibuat pada abad XII-XIII masehi. Hiasan bergambar garuda tersebut sebagai hadiah dari Raja Syiam pada Raja Airlangga.

Selain puluhan koleksi dari museum Mpu Tantular, karya lain adalah seni instalasi karya Ponimin, dosen seni UM, yang bertema Dramatika Ramayana. Ada dua karya yang menyita perhatian pengunjung. Pertama yang berjudul The Burned of Alengka Kingdom Fight Against Evil. Karya yang terbuat dari terracotta dan stoneware itu berupa patung-patung kecil berupa monyet yang mengelilingi patung besar Raja Rahwana. Yang satunya berupa miniatur Kota Alengka yang terbakar.

Karya pertama mengisahkan terbakarnya Kota Alengka yang disebabkan dibakarnya ekor Hanoman oleh orang yang jahat dengan tujuan membakar Hanoman. Tapi akibat perbuatan itu, justru seluruh Kota Alengka terbakar, termasuk orang yang membakarnya.

“Filosofinya, kejahatan itu tidak hanya akan menghancurkan orang yang dijahati, tapi juga yang berbuat jahat itu,” ujar seniman gaek yang telah keliling ke berbagai negara ini.

Sedang karya kedua menceritakan tentang kerakusan Raja Rahwana yang mengakibatkan pemberontakan oleh rakyat kecil yang disimbolkan dengan kera. Sehingga, raja pun kalah oleh kera-kera itu. “Ini artinya kalau pemimpin itu berkuasa, tapi tidak berlaku benar, maka dia akan dihancurkan rakyatnya,” terang laki-laki yang tinggal di Desa Junrejo, Kota Batu, ini.

Rektor UM Prof Dr Suparno mengatakan, UM akan mengupayakan untuk menyediakan galeri guna memajang berbagai karya dosen atau mahasiswa UM. Baik itu karya seni atau karya ilmiah. Sebab, media seperti galeri ini akan bisa menjadi tempat untuk belajar.

Sumber : Radar Malang

 
Leave a comment

Posted by on October 23, 2009 in Jalan-jalan

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Indahnya Indonesia

Berwisata di Indonesia dan nikmati keindahan dunia di dalam satu negara ini. Di Indonesia kamu bisa menikmati banyak pemandangan. Kamu tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati semua itu karena semuanya ada di Indonesia.
Berikut tempat wisata yang kami coba bandingkan dengan beberapa tempat wisata di dunia:

Raja Ampat Papua dan Phi Phi Island, Thailand

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat. Pemandangan Raja Ampat Papua mirip dengan Phi Phi Island yang ada di Thailand bahkan lebih indah dari Phi Phi Island yang menjadi lokasi film The Beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio tersebut. Di Raja Ampat Papua kita bisa melihat Pulau-pulau yang berbukit-bukit hijau dengan air laut yang jernih.

Air terjun Moramo dengan air terjun Niagara

Moramo adalah air terjun indah bertingkat tujuh yang terletak di kabupaten Konawe Timur, Sulawesi Tenggara. Air terjun ini meskipun tidak sebesar Niagara, tapi keindahannya tidak kalah dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada itu. Dengan air terjun Moramo yang lebih kecil dari Niagara, kita bisa menikmati air terjun Moramo lebih dekat dan bisa mandi di air terjun tersebut sedangkan hal ini tidak bisa dilakukan di Niagara yang airnya sangat deras.

Green Canyon Ciamis dengan Grand Canyon Amerika Serikat

Green Canyon atau Cukang Taneuh terletak di desa Cijulang Ciamis Jawa Barat dekat dengan Pangandaran. Di Green Canyon kita bisa melihat sungai dengan air berwarna hijau tosca yang diapit dengan bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Di tempat itu kamu juga akan melihat sungai yang menembus gua dengan keindahan batu-batu stalaktit dan stalakmitnya. Alam sungai Cijulang yang dianggap mirip dengan ngarai-ngarai eksotik di Grand Canyon Colorado, Amerika Serikat itu membuat daerah tersebut dikenal dengan nama â€Green Canyonâ€. Walaupun Green Canyon tidak sebesar Grand Canyon Amerika Serikat, Green Canyon Cijulang ini lebih hijau dibandingkan Grand Canyon di Amerika Serikat yang gersang.

Carstensz Pyramid dengan Mount Everest

Carstensz Pyramid dan Mount Everest merupakan bagian dari Seven Summit di tujuh benua dunia. Carstensz Pyramid terletak di propinsi Papua. Kalau Mount Everest merupakan puncak tertinggi di dunia, Carstensz Pyramid merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Kedua puncak gunung tersebut sama-sama diselubungi oleh salju abadi. Puncak Mount Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 8,850 meter sedangkan Cartenz Pyramyd, Puncak Salju di daerah Tropis Indonesia memiliki tinggi 4.884 meter.

Taman Nasional Baluran dengan padang savannah Afrika

Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savanna Afrika dengan savana yang terbentang luas dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Kamu bisa melihat sekelompok rusa dan banteng diantara rerumputan. Disini juga terdapat monyet dan berbagai jenis burung. Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro beserta hamparan savana dan rumput yang mengering berwarna keemasan menambah kesan bahwa daerah ini memang benar mirip Afrika.

Gunung Pasir Parangkusumo dengan gurun Sahara

Gumug Pasir Parangkusumo terletak di Yogyakarta. Gumuk pasir merupakan gundukan-gundukan yang berisi material pasir di sepanjang Pantai Parangtritis-Parangkusumo sampai muara Sungai Opak. Hal ini merupakan fenomenal unik karena hanya satu-satunya di Asia Tenggara kita bisa melihat padang pasir seperti padang pasir sahara. Walaupun gundukan pasir ini tidak seluas Sahara tapi membuat seolah-olah kita berada di Gurun Sahara. Kadang-kadang Gumug Pasir Parangkusumo ini disebut juga sebagai Sahara in Java.

Hutan Kalimantan dengan hutan Amazon

Hutan di Kalimantan berada di Pulau Kalimantan. Hutan Kalimantan memiliki hutan hujan tropis dengan beberapa flora dan fauna yang mirip dengan hutan Amazon.. Contohnya adalah Pesut, ular anaconda dan beberapa hewan yang merupakan satwa langka yang hanya ada di Kalimantan dan Amazon. Kehidupan alam dan hutan di Amazon tak jauh beda dengan hutan Kalimantan. Lembab, becek, berawa serta terdapat beberapa danau-danau kecil yang kaya akan kehidupan khas lahan basah. Di Kalimantan juga ditemukan jenis tumbuhan yang sama dengan tumbuhan endemik yang ada di Amazon. Sungai-sungai di Kalimantan yang mirip dengan sungai Amazon menambah kemiripan antara Kalimantan dan hutan Amazon.

Pantai Kuta Bali dengan Pantai Waikiki Hawaii

Bali banyak menyimpan pesona alam yang eksotis. Keindahan pantainya banyak disejajarkan dengan keindahan pantai di Pulau Hawaii. Contohnya adalah pantai Kuta hampir mirip dengan Waikiki terutama pantainya yang ramai dengan pasir putih dan pohon kelapa yang tumbuh di pantai. Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di kabupaten Badung sebelah selatan Denpasar, Bali.. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai Sunset Beach atau pantai matahari terbenam sebagai lawan dari pantai Sanur.

Taman Sakura Cibodas dengan Sakura Jepang

Tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk menikmati keindahan Sakura. Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953 yang akan berbunga pada sekitar bulan Januari-Februari atau Februari-Maret. Di Kebun Raya Cibodas telah ditanam ratusan pohon Sakura dengan 7 jenis tanaman Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp., Prunus arborea, dan Prunus costata. Sekarang kita bisa menikmati `hanami`(tradisi melihat bunga) tanpa harus pergi ke Jepang dengan melihat mekarnya bunga Sakura di Cibodas.

Ranu Kumbolo dengan hutan pinus Eropa

Ranu Kumbolo terletak di Jawa Timur, sebuah danau di pegunungan Semeru dengan ketinggian 2500 meter di atas permukaan air laut. Tak jauh dari Ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Ketika suhu berada di bawah 0°c , kadang-kadang terjadi hujan salju kecil. Jika suhu sangat dingin pinggir-pinggir danau ranukumbolo bisa membeku, dan juga terlihat rumput-rumput yang memutih seperti salju karena embun yang membeku di rerumputan yang membuat suasana seperti di Eropa. Perhatikan foto Ranu Kumbolo yang sekilas mirip dengan foto Seefeld Lake, Austria di Eropa.

Way kambas dengan Hutan India

Way Kambas Sumatera memiliki satwa yang mirip dengan satwa yang ada di hutan India seperti gajah, harimau, Badak dan beberapa hewan lain. Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terletak di propinsi Lampung. Way Kambas terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera. Di Way Kambas ada wisata naik gajah sehingga kita bisa merasakan sensasi seperti raja-raja India yang konon bepergian dengan menunggang gajah.

Masih banyak tempat wisata di Indonesia yang tidak dituliskan disini. Bangsa Indonesia patut bangga dengan kekayaan alam yang ada di Indonesia. Semua tersedia di Indonesia. Image removed by sender.INDONESIA

taken from: http://groups.yahoo.com/group/nature_trekker
posted by http://acorbusie.multiply.com

 
Leave a comment

Posted by on October 17, 2009 in Jalan-jalan

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Watudodol, pantai unik menarik, bikin lapar…

Banyuwangi adalah kota yang unik. Dengan jumlah kecamatan yang mencapai 20, Banyuwangi merupakan Kabupaten yang cukup luas dengan kontur dan topografi yang bervariasi dari dataran tinggi ke rendah.

Dan ini juga yang membuat Banyuwangi makin unik dengan berbagai tempat rekreasi dan keindahan alamnya. Terutama pantai, yup, siapa yang tidak kenal dengan pantai selatan pulau Jawa yang terkenal ganas ombaknya.

Salah satu pantai yang sempat saya kunjungi adalah Watudodol. Walaupun letaknya berada di selat Bali, namun emandangan yang ditawarkan tak kalah dengan pantai lain.

Watudodol adalah salah satu pantai berpasir hitam yang ada di pulau Jawa. Jaraknya hanya lebih kurang 15 dari pusat kota Banyuwangi. Dan terletak sebelah utara pelabuhan Banyuwangi.

Dari Watudodol kita bisa melihat Pulai Menjangan yang berada di selat Bali, terlihat gersang memang, tapi sempat membuat rasa penasaran untuk kesana he50x…

Walau samar tapi bisa dilihat kan pulaunya…

Oya, satu lai, bagi yang gemar mengoleksi kerang dan rumah hewan laut, di Watudodol banyak sekaliberserakan karang-karang, keong, dan rumah-rumahan hewan laut lainnya siapa tahu ada permatanya he50x..

Upss, keceplosan..

Dating waktu pagi pasti lebih bagus, Cuma sayangnya, jadwal KKP kami yang padat hanya membuat kita sempat mendatanginya di waktu luang. Sekitar sore hari kami kesana, jadi sebenarnya kesannya romantic dan melankolis gitu…

Apalagi yang sempat berduaan…

Jadi buat teman-teman atau siapapun yang ingin ke Banyuwangi, jangan lewatkan Watudodol ya, ada patungnya lho…

 
2 Comments

Posted by on August 29, 2008 in Jalan-jalan

 

Tags: , , , ,

17 Agustus Di Banyuwangi

Gak terasa sudah memasuki bulan Agustus, bulan Kemerdekaan negara tercinta, tanah airku, tumpah darahku, Indonesia.

Dan biasanya pada saat seperti ini akan banyak sekali kegiatan di masyarakat dan terutama di kampung-kampung untuk memperingat hari kemerdekaan Indonesia. Mulai dari lomba makan krupuk (dimana-mana ini pasti ada), balap karung, masukin paku ke botol, panjat pinang, gebuk lumpur dan lain-lain deh, pokoknya ruame and buanyak.

Oh, ada lagi, lomba gerak jalan dan karnaval, yang dua ini biasanya satu paket, dan yang nonton dsudah pasti membludak di pinggir2 jalan, jadi seneng ngliatnya. Apalagi pas yang lewat itu anak-anak Tk yang imut-imut dan ngegemesin.

Jadi ingat dulu tahun 2006 ketika masih KKP di Banyuwangi dalam perjalanan menuju Muncar dari Kalipuro yang memakan waktu 1 jam dan menempuh jarak 40 km, 80 km pergi pulang (fyuh) pasti jalan banyak macet dan rame. Karena waktu pagi dan sore biasanya banyak banget yang latihan gerak jalan dan baris-berbaris. Sampai ga bisa kehitung lagi berapa banyak ‘pasukan-pasukan kecil’ yang bervariasi anggotanya. Mulai dari anak SD, SMP, SMA, sampai ibu-ibu PKK juga ikutan.

Cuma sayang, pada waktu hari H lomba gerak jalannya aku malah gak bisa nglihat karena lagi ada di Malang. Yang bisa nglihat cuma Niken, Meka dan Gino. Udah gitu mereka langsung cabut ke Bali lagi. Sementara aku, Aris, Fitra ikutan PLA, he50x…

Tapi ada juga yang sempat kita lihat bareng-bareng, yaitu karnaval di daerah Rogojampi. Yup, waktu itu kita dalam perjalanan pulang dari Kalisetail. Dan pas lagi dijalan tiba-tiba macet yang ternyata adalah rombongan karnaval. Gak mau kalah akhirnya kita foto-foto aja sekalian. Cuma sebagian kecil yang sempat kejepret sih. Tapi lumayan sebagai kenang-kenangan akan kota yang sepi and rame ini.

Mengingat bahwa sebagai bangsa yang berbudaya, sepertinya kita harus malu jika tidak mengangkat budaya negeri sendiri.

 

 
Leave a comment

Posted by on August 12, 2008 in Jalan-jalan

 

Tags: , , ,

Candi-candi di Singosari, bukti keagungan Singosari jaman dahulu

Sebagai orang malang tentunya sudah tidak asinglagi dengan candi Singosari. Nah, selain tempatnya yang mudah dijangkau, kita bisa lebih mengenal sejarah dan budaya negeri kita sendiri lho.

Candi-candi di Singosari, bukti keagungan Singosari jaman dahulu…

Sebagai orang malang tentunya sudah tidak asinglagi dengan candi Singosari. Nah, selain tempatnya yang mudah dijangkau, kita bisa lebih mengenal sejarah dan budaya negeri kita sendiri lho.

Ini sebenarnya tampak samping, bukan dari depan candi malah…

Ini arcanya sedang dibersihkan, jadi dikeluarkan dari kamar candi…

Yang satu ini lagi gak mau keluar rumah he50x…

Kalo satu ini, arca jenis baru, he50x… ngapain disitu mbak?

Ada satu lagi candi yang berada di Singosari, yaitu candi Sumberawan. Nah aku sendiri baru tahu setelah diundang teman-teman pengurus Permaseta waktu acara PLA 1 di Sumberawan. Nah lokasinya itu pas banget di sebelah candi ini, atau lebih tepat disebut stupa sih.

Menurut keterangan yang saya dapat, candi ni dibangun untuk menjada mata air yang ada disitu, semacam tempat pemujaan untuk dewa agar mata airnya terus mengalir.

Btw, ga tau kenapa, kalo aku yang motret itu pas banget sama keinginan, pas maunya aku yang difoto hasilnya itu gak bisa sesuai keinginan. Padahal pengen berpose yang bagus di depan candi/stupa ini. (Sorry lho ya buat Dian hue50x…)

Oiya ini tempat semedi, asal tahu, kadang pada hari-hari tertentu banyak orang yang kesini untuk berdoa, bersemedi, mandi dll. Kesan mistisnya dapet kan jadinya.

Yang ini aneh lagi, ada pohon yang bentuk kulit pohonnya itu mirip anak kecil atau orang yang mau manjat pohon. Bagus kan.

Jadi buat warga Malang yangmungkin belum tahu, kaya aku tentunya, bisa menjadikan tempat ini sebagai referensi wisata sejarah dan budaya anda lho.

 
Leave a comment

Posted by on August 12, 2008 in Jalan-jalan

 

Tags: , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.