RSS

Category Archives: Jalan-jalan

My Traveling Records

December 2010 2nd Car Free Day

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2010 in Dari Saya, Jalan-jalan

 

Tags:

Perpustakaan UII Berdampingan dengan Candi

SLEMAN, KOMPAS.com — Rencana pembangunan perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, yang tertunda karena penemuan candi Mataram Kuno di lokasi pembangunan akan dilanjutkan lagi. Salah satu rencana yang muncul adalah menyandingkan perpustakaan dengan candi.

Hal itu dikemukakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik saat meninjau lokasi penggalian candi yang diperkirakan berasal dari abad ke-9-10 Masehi itu, Senin (4/1/2010). ”Candi ini masih akan terus digali sampai terungkap keseluruhan wujudnya. Kami minta mahasiswa dan pihak kampus bersabar karena tak bisa diburu-buru,” kata Jero Wacik.

Namun, Jero Wacik menjamin pembangunan perpustakaan akan bisa dilanjutkan. ”Kalau seluruh candi sudah terungkap, kami akan bicarakan lagi dengan pihak yayasan dan rektorat untuk mencari jalan keluar terbaik. Yang jelas, tidak akan merugikan kampus, tetapi juga tidak merusak candi,” ujarnya.

Salah satu ide yang dicetuskannya adalah menyandingkan candi dengan bangunan perpustakaan yang akan dibangun. ”Bisa saja nanti candinya berada di dalam perpustakaan sehingga mahasiswa sambil belajar bisa melihat-lihat candi. Tinggal arsitektur perpustakaannya saja yang disesuaikan,” kata Jero Wacik.

Ketua Yayasan Badan Wakaf UII Luthfi Hasan mengatakan setuju dengan ide itu karena UII juga menghadapi keterbatasan lahan jika harus memindahkan pembangunan perpustakaan ke lokasi lain. Kalaupun tidak memungkinkan candi berada di dalam, paling tidak perpustakaan itu akan dibangun di sekitar candi sehingga keduanya seolah terlihat menyatu.

Pihak yayasan juga siap menanggung konsekuensi perubahan desain perpustakaan itu, khususnya dari segi biaya. ”Rencana awal, perpustakaan ini dianggarkan Rp 15 miliar. Tetapi, melihat perubahan desain nanti, biaya pasti membengkak,” katanya.

Bagian bangunan candi ditemukan pada 11 Desember oleh pekerja pembangunan perpustakaan di Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang. Setelah penggalian selama dua minggu oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, 30-40 persen struktur candi terungkap.

Dari hasil penggalian, candi Hindu itu terdiri atas satu candi utama berukuran 6 x 6 meter dan candi perwara (pendamping) berukuran 4 x 6 meter. Ditemukan pula beberapa arca, seperti arca ganesha, lingga-yoni, dan nandi, di dalam candi.

Direktur Peninggalan Purbakala Junus Satrio Atmodjo mengatakan, struktur candi ini memiliki keunikan yang tak ditemukan di candi-candi lain, yakni kombinasi bangunan dari batu (badan) dan kayu (atap).

Selesai dipugar

Sementara itu, Bangsal Trajumas di Keraton Yogyakarta dan Candi Wisnu serta Brahma di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, yang rusak karena gempa bumi tahun 2006 selesai dipugar. Agar tahan gempa, Bangsal Trajumas dikembalikan ke konstruksi aslinya, sedangkan Candi Wisnu dan Brahma diberi penguatan beton bertulang.

Jero Wacik dan Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono didampingi Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X meresmikan purnapugar bangunan cagar budaya ini di Keraton Yogyakarta, Senin. Turut diresmikan pula purnapugar Candi Induk Lumbung dan Candi Apit nomor 4 di Kompleks Candi Sewu dan Candi Induk Utara di Kompleks Candi Plaosan Lor.

Rehabilitasi dan rekonstruksi Bangsal Trajumas yang roboh akibat gempa membutuhkan biaya Rp 2,5 miliar. (ENG/RWN)

 
Leave a comment

Posted by on January 13, 2010 in Jalan-jalan, Sejarah

 

Tags: , , ,

Mulai 2 Januari 2010 Pendakian Semeru Ditutup Total

BLIMBING – SURYA- Terhitung sejak 2 Januari 2010, Gunung Semeru bakal ditutup total untuk pendakian. Hal ini disampaikan staf humas Balai Bromo Tengger Semeru (BTS), Nova Eliana, Rabu (30/12).
”Kantor Balai BTS tidak melayani pemberian izin pendakian terhitung tanggal itu, sampai akhir Maret 2010. Artinya, sama saja pendakian ditutup total,” kata Nova, menginformasikan hal ini, Kamis (31/12). Sebelumnya, Balai BTS masih mengizinkan pendaki menuju Gunung Semeru, meskipun hanya sampai daerah Kalimati.
Menurut Nova, keadaan cuaca yang semakin buruk di kawasan Semeru, menjadi pemicu pihaknya mencabut izin pendakian. Balai BTS tidak ingin mengambil risiko memberikan izin untuk mendaki Semeru dengan kondisi cuaca buruk.

Meski ditutup, secara status, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tetap ‘waspada’ seperti sebelumnya. ”Tidak ada aktivitas meningkat dari kegiatan vulkaniknya. Larangan pendakian didasarkan pada cuaca yang makin buruk, ditambah kondisi alam yang mulai mengalami kerusakan di beberapa tempat,” kata Nova.
Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Sawur pada November lalu, status Semeru memang ‘waspada’. Atas status tersebut, Balai BTS tidak mengizinkan pendakian hingga puncak, melainkan hanya sampai daerah Kalimati.

Laporan Ketua Pos Pengamatan Semeru, Suparno, suhu udara minimum di Semeru tercatat 23 derajat celcius, dengan curah hujan hingga 15 kali. ”Saat hujan turun, bahaya aliran lahar dingin bisa cukup mengancam masyarakat sekitar,” kata Suparno.
Balai BTS memberikan izin kepada pendaki di Gunung Semeru, untuk selambat-lambatnya turun pada 4 Januari. Tenggang itu diberikan mengingat ada pendaki yang sudah naik ke Semeru. ”Jadi, setelah tanggal 4, Semeru harus sudah steril,” terang Nova. ab

http://www.surya.co.id/

 
Leave a comment

Posted by on January 13, 2010 in Jalan-jalan

 

Tags: , , , ,

7 Jenis Penyu Yang Dilindungi Undang-undang

Penyu adalah kura-kura laut. Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari.

Banyak pantai peneluran penyu yang telah dimasukkan ke dalam kawasan yang dilindungi, seperti misalnya Pantai Sukamade di Jawa Timur dan Pantai Jamursba-Medi di Papua.

Adapun 7 jenis penyu yang dilindungi oleh undang-undang karena hanya ketujuh jenis tersebut yang masih bertahan di dunia adalah:

  1. Penyu hijau (Chelonia mydas)
  2. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)
  3. Penyu lekang kempii (Lepidochelys kempi)
  4. Penyu lekang (Lepidochelys olivachea)
  5. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
  6. Penyu pipih (Natator depressus)
  7. Penyu tempayan (Caretta caretta)
  1. Penyu hijau (Chelonia mydas)Penyu Hijau merupakan jenis penyu yang paling sering ditemukan dan hidup di laut tropis. Dapat dikenali dari bentuk kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul. Dinamai penyu Hijau bukan karena sisiknya berwarna Hijau, tapi warna lemak yang terdapat di bawah sisiknya berwarna Hijau. Tubuhnya bisa berwarna abu-abu, kehitam-hitaman atau kecoklat-coklatan. Daging jenis penyu inilah yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia terutama di Bali. Mungkin karena orang memburu dagingnya maka penyu ini kadang-kadang pula disebut penyu daging. Penyu Hijau dewasa hidup di hamparan lamun dan ganggang. Berat penyu Hijau dapat mencapai 400 kg, namun di Asia Tenggara yang tumbuh paling besar sekitar separuh ukuran ini. Penyu Hijau di barat daya kepulauan Hawai kadang kala ditemukan mendarat pada waktu siang untuk berjemur panas. Anak-anak penyu Hijau (tukik), setelah menetas, akan menghabiskan waktu di pantai untuk mencari makanan. Tukik penyu Hijau yang berada di sekitar Teluk Carifornia hanya memakan alga merah. Penyu Hijau akan kembali ke pantai asal ia dilahirkan untuk bertelur setiap 3 hingga 4 tahun sekali. Ketika penyu Hijau masih muda mereka makan berbagai jenis biota laut seperti cacing laut, udang remis, rumput laut juga alga. Ketika tubuhnya mencapai ukuran sekitar 20-30 cm, mereka berubah menjadi herbivora dan makanan utamanya adalah rumput laut.
  2. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)Penyu Sisik atau dikenal sebagai Hawksbill turtle karena paruhnya tajam dan menyempit/meruncing dengan rahang yang agak besar mirip paruh burung elang. Demikian pula karena sisiknya yang tumpang tindih/over lapping (imbricate) seperti sisik ikan maka orang menamainya penyu sisik. Ciri-ciri umum adalah warna karapasnya bervariasi kuning, hitam dan coklat bersih, plastron berwarna kekuning-kuningan. Terdapat dua pasang sisik prefrontal. Sisiknya (disebut bekko dalam bahasa Jepang)banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri kerajinan tangan terutama di Jepang untuk membuat pin, sisir, bingkai kacamata dll. Sebagian besar bertelur di pulau-pulau terpencil. Penyu Sisik selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur.Paruh penyu sisik agak runcing sehingga memungkinkan mampu menjangkau makanan yang berada di celah-celah karang seperti sponge dan anemon. Mereka juga memakan udang dan cumi-cumi. Penyu Sisik termasuk dalam phylum chordata, bertulang belakang (subphylum Verterbrata), kelas Reptilia, ordo Testudines, suborder Crypyodira, superfamily Cheloniidae, Family Cheloniidae, spesies Eretmochelys imbricata.
  3. Penyu lekang kempii (Lepidochelys kempi)Tubuhnya mirip dengan penyu lekang hanya sedikit lebih besar. Di depan namanya disebut Kemp’s untuk mengenang Richard Kemp yang telah meneliti jenis ini sehingga bisa dibedakan dengan penyu lekang. Seperti halnya Olive ridley turtle, Kemp’s ridley turtle memiliki tiga kata untuk penyebutan namanya. Tidak seorangpun tahu makna kata “ridley” di tengah nama mereka. Sebagian orang berpendapat kata tersebut mungkin berasal dari kata “riddle” atau “riddler” (teka-teki) karena memang teka-teki selalu ditimbulkan oleh penyu jenis ini. Tidak ada yang tahu dari mana mereka datang dan di mana feeding ground mereka. Genus Lepidochelys ini sering kali melakukan peneluran secara bersama-sama dalam jumlah yang sangat besar yang dikenal dengan sebutan arribada (Spanyol) yang berarti arrival (Inggris). Pada 1947, Kemp’s ridley turtle melakukan peneluran yang sangat spektakuler dengan jumlah induk sekitar 40 ribu ekor bertelur secara bersamaan di pantai sepanjang 300 km di Rancho Nuevo (Mexico) di siang hari, kemungkinan bertujuan untuk memastikan sebahagian telur akan terselamat walaupan sebahagian lagi akan dimakan pemangsa. Seperti halnya penyu tempayan, penyu Lekang Kempii termasuk jenis carnivora. Mereka juga memakan kepiting, kerang, udang dan kerang remis. Penyu lekang Kempii ini phylum Chordata, bertulang belakang (subphylum Verterbrata), kelas Reptilia, ordo Testudines, suborder Crypyodira, superfamily Cheloniidae, Family Cheloniidae, spesies Lepidochelys kempii.
  4. Penyu lekang (Lepidochelys olivachea)Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Olive Ridley turtle. Penampilan penyu Lekang ini adalah serupa dengan penyu Hijau tetapi kepalanya secara komparatif lebih besar dan bentuk karapasnya lebih langsing dan besudut. Tubuhnya berwarna Hijau pudar, mempunyai lima buah atau lebih sisik lateral di sisi sampingnya dan merupakan penyu terkecil diantara semua jenis penyu yang ada. Diperkirakan ada 1000 sarang yang ditemukan. saat ini. Seperti halnya penyu tempayan, penyu Lekang juga carnivora. Mereka juga memakan kepiting, kerang, udang dan kerang remis.
  5. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)Penyu Belimbing adalah satu-satunya penyu yang tidak bersisik dan merupakan penyu terbesar. Dinamai leatherback turtle karena tubuhnya diselimuti oleh lapisan tipis, lunak namun sangat kuat lagi elastis layaknya kulit. Demikian pula karena di tubuhnya terdapat tonjolan bergaris seperti belimbing sebanyak tujuh garis sehingga kita menamainya penyu belimbing. Penyu ini memiliki kemampuan menyelam yang sangat luar biasa. Tercatat mampu menyelam sampai kedalaman 1,000 meter. Sangat fantastis. Berbeda dengan jenis penyu lainnya, penyu belimbing tidak memiliki rahang yang cukup kuat untuk memecahkan biota laut yang keras. Mereka umumnya hanya memakan ubur-ubur saja. Penyu Belimbing tergolong phylum Chordata, bertulang belakang (subphylum Verterbrata), kelas Reptilia, ordo Testudines, dari Family Dermochelyidae, spesies Dermochelys coriacea. Nama ilmiah Family Dermochelys berasal daripada dua perkataan Yunani “Greek” yaitu derma (kulit) and chelys (penyu). Nama spesies pula berasal daripada perkataan Yunani corium (kulit lembu “leather”). Oleh karena itu nama ilmiah penyu Belimbing, Dermochelys coriacea bererti penyu berkulit seperti kulit lembu “leather”.
  6. Penyu pipih (Natator depressus)Penyu Pipih atau dalam bahasa Inggris Flatback Turtle. Dinamai flatback turtle karena sisik marginal sangat rata (flat) dan sedikit melengkung di sisi luarnya. Biasa pula dinamai Australian flatback karena species ini hanya ditemui bertelur di Australia meskipun kadang-kadang dijumpai di perairan Indonesia, meskipun tidak bertelur di sini. Hal ini mungkin saja terjadi karena kedekatan geografis kedua negara. Di awal abad 20, species ini sempat agak ramai diperdebatkan oleh para ahli. Sebagian orang memasukkannya ke dalam genus Chelonia, namun setelah diteliti dengan seksama para ahli sepakat memasukkannya ke dalam genus Natator, satu-satunya yang tersisa hingga saat ini. Jenis ini carnivora sekaligus herbivora. Mereka memakan timun laut, ubur-ubur, kerang-kerangan, udang dan invertebrata lainnya. Penyu Pipih tergolong dalam phylum Chordata, bertulang belakang (subphylum Verterbrata), kelas Reptilia, ordo Testudines, suborder Crypyodira, superfamily Cheloniidae, family Cheloniidae, spesies Natator depressus. Penyu pipih selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur.
  7. Penyu tempayan (Caretta caretta)Disebut dalam bahasa Inggris Loggerhead turtle. Warna karapasnya coklat kemerahan, kepalanya yang besar dan paruh yang bertumpuk (overlap) salah satu ciri mengenali penyu tempayan. Disamping itu terdapat lima buah sisik di kepala bagian depan (prefrontal), umumnya terdapat empat pasang sisik coastal. Lima buah sisik vertebral. Plastron berwarna coklat muda sampai kuning. Sebagian besar bertelur di daerah sub-tropis. Kadang-kadang ditemukan di perairan Indonesia namun tidak ditemukan bertelur di sini. Penyu Tempayan termasuk jenis carnivora yang umumnya memakan kerang-kerangan yang hidup di dasar laut seperti kerang remis, mimi dan invertebrata lain. Penyu tempayan memiliki rahang yang sangat kuat untuk menghancurkan kulit kerang.
 
6 Comments

Posted by on January 4, 2010 in Jalan-jalan

 

Tags:

Daftar kota di Indonesia

Sumatera

Jawa

Nusa Tenggara

Kalimantan

Sulawesi

Maluku dan Papua

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2009 in Jalan-jalan

 

Tags: ,

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Dinyatakan: Menteri Pertanian, tahun 1982
Ditunjuk: Menteri Kehutanan, SK No. 278/Kpts-VI/97 dengan luas 50.276,2 hektar
Ditetapkan: —-
Letak: Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab.Lumajang, dan Kab. Malang, ProvinsiJawa Timur
Temperatur udara: 3° – 20° C
Curah hujan Rata-rata: 6.600 mm/tahun
Ketinggian tempat: 750 – 3.676 m. dpl
Letak geografis: 7°51’ – 8°11’ LS, 112°47’ – 113°10’ BT

Mount Bromo

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun.

Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru antara lain jamuju (Dacrycarpus imbricatus), cemara gunung (Casuarina sp.), eidelweis (Anaphalis javanica), berbagai jenis anggrek dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus).

Terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di taman nasional ini

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Su-ku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun menge-tahui Gunung Bromo itu berbaha-ya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.
Letupan volkanik di puncak Gunung Semeru


Upacara Kasodo
diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.

http://crayoners.files.wordpress.com/2008/08/bromo_semeru_low_clouds1.jpg

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.

Bromo view

http://www.richard-seaman.com/Wallpaper/Travel/Asia/Indonesia/BromoWithSmokingSemeru.jpg
Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
Cara pencapaian lokasi: Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km, dan Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km. Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km. Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam.

Kantor : Jl. Raden Intan No. 6 Kotak Pos 54, Malang Telp. (0341) 491828; Fax. (0341) 490885
Jl. Panda No. 8, Malang Telp. (0341) 551040
E-mail:
tn-bromo@malang.wasantara.net.id
(dari berbagai Sumber.)
 
Leave a comment

Posted by on December 28, 2009 in Jalan-jalan

 

Tags: , , ,

Gunung Semeru

Semeru.jpg
Semeru, 1985
Tinggi 3.676 meter (12.060 kaki)
Letak Jawa , Indonesia
Koordinat 8°6′28.8″LS,112°55′12″BT
Jenis Stratovolcano (aktif)
Letusan terakhir 2008 (berlanjut)
Rute pendakian termudah Gubugklakah, Burno
Listing Ribu

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Perjalanan

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.

Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-

Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

Setelah sampai di gapura “selamat datang”, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.

Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.

Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

Ranu Kumbolo

Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.

Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.

Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.

Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.

Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.

Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

Gas beracun

Puncak Mahameru

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 – 10 derajad Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember – Januari sering ada badai.

Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan Nopember 1997 Gn.Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.

Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gn.Semeru dan meminta beberapa korban jiwa, pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm – 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan November – April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 – 4 derajat celsius.

Suhu rata-rata berkisar antara 3°c – 8°c pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°c – 21°c. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.

Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.

Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.

Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.

Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.

Legenda gunung Semeru

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan ombak kesana-kemari. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.

(sumber: Wikipedia)

 
1 Comment

Posted by on December 28, 2009 in Jalan-jalan

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Kabupaten Malang

Kabupaten Malang, 85 Km sebelah selatan Surabaya lebih kurang satu jam perjalanan mobil dari Bandara Juanda, telah dikenal sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Timur. Selain udaranya yang sejuk dan segar, tanahnya yang subur, dan masyarakatnya yang ramah, daerah ini sangat kaya akan obyek-obyek wisata yang tidak kalah menariknya dari obyek wisata yang ada di daerah lain seperti Bali dan Yogyakarta.

Taman Wisata Selorejo
Bendungan SelorejoTaman Wisata Selorejo merupakan salah satu bendungan di Jawa Timur yang dikelola oleh Bendungan SelorejoPerum Jasa Tirta. Keindahan bendungan yang dikelilingi oleh perbukitan dan gunung Anjasmoro,gunung Kelud, serta gunung Kawi menambahkan kesejukan udara yang dapat dirasakan. Tepatnya di kecamatan Ngantang ± 48 km dari kota Malang. Salah satu daya tarik dari obyek wisata yaitu bagi pwisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandangan bendungan Selorejo dengan menggunakan sarana perahu mesin atau perahu dayung.
Suhu yang sejuk ± 22° Celcius membuat orang betah tinggal di tempat ini. Areal taman wisata Selorejo dapat dijadikan arena sepeda gunung bagi mereka yang menyenangi tantangan dan rintangan yang cukup berat. Anda dapat menikmati panorama matahari terbit dan terbenam dalam bayangan air danau dari jendela cottage yang disediakan di taman wisata ini. Nikmati pula kerenyahan makanan lokal khas warung-warung dalam taman wisata yang mahir menggoreng ikan nila, mujair dan ikan tombro. Selain itu di Taman wisata Padang Golf Selorejo juga dimanfaatkan untuk kegiatan olah raga jenis ski air dan jet ski. Juga terdapat padang golf 9 hoile yang terletak di pinggir waduk. Dengan udara yang sejuk merupakan kenyamanan tersendiri bagi para pegolf. Lapangan tenis dan kolam renang juga terdapat di taman wisata ini.

Taman Wisata Air Wendit (Wendit Water Park)

Taman Wisata WENDIT, terletak di Desa Mangliawan, Kec. Pakis ± 8 Km dari pusat Kota Malang. Lokasinya terletak di tepi jalan utama arah ke Gunung Bromo melalui Tumpang/Poncokusumo. Taman rekreasi dan pemandian Wendit, menyediakan kolam renang yang luas, danau kecil untuk berperahu merupakan daya tarik utama, rumah makan, permainan anak anak dan panggung terbuka. Taman wisata ini mempunyai acara yang khas pada setiap Bulan Syawal. Dimana taman wisata dipenuhi pengunjung yang ingin merayakan hari Lebaran sampai dengan hari Ketupat Lebaran. Biasanya dengan mengadakan berbagai macam hiburan serta mendatangkan artis-artis terkenal (tanggal 1s/d 11

Syawal). Disamping itu dengan mandi dikolamnya menurut kepercayaan mempunyai khasiat membuat wajah tampak “awet muda”. Dan masyarakat Tengger juga mengambil air dari “sumber air Mbah Kabul” ini, dibawa pulang dengan kepercayaan yang sama seperti di Pulau Sempu, yaitu untuk kesembuhan dan kesehatan. Menurut mereka kasiatnya sama dengan “Air Widodaren” dari Gunung Bromo yang merembes ke arah Wendit. Daya tarik yang khas adalah adanya puluhan kera yang jinak yang bebas berkeliaran di hutan kecil di Wendit dan menghuni dipepohonannya. Beberapa arca kuno juga dapat dilihat di taman ini dan dapat diperoleh cindera mata hasil kerajinan penduduk setempat.

Pantai Ngliyep

Pantai NgliyepPantai Ngliyep terletak ditepi Samudra Indonesia di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomuyo, 62 Km, arah selatan dari Kota Malang. Pantai ini bisa dicapai melalui Kepanjen, Sumbermanjing Kulon atau melalui Karangkates dan Donomulyo. Pantai Ngliyep merupakan perpaduan dari tebing curam yang masih dengan hutan lindung dan hamparan pasir putih disela-selanya serta Teluk Putri - Pantai Ngliyepdeburan ombak yang setiap saat menerpa tebing-tebing terjal di tepian pantai menjadikan suasana marak. Wisatawan yang datang ke objek wisata Ngliyep tidak dapat berenang di pantai, karena pantai selatan pada umumnya sangat berbahaya. Hal ini janganlah dijadikan alasan untuk tidak berkunjung ke objek wisata Ngliyep, masih banyak aktivitas yang dapat anda lakukan, misalnya membuat patung pasir di tepi pantai, beristirahat sambil menyaksikan pesona senja dapat dinikmati dari Gunung Kombang, Pantai Ngliyepsebuah pulau kecil yang menjorok ke laut. Fasilitas yang ada di Pantai Ngliyep antara lain pesanggrahan 4 buah, penginapan 6 buah dan cottage 2 buah. Pada bulan Jawa Maulud, Pantai Ngliyep digelar cara ritual yang dikenal dengan Upacara Labuhan yang digelar setiap tanggal 14 Maulud dengan kepala hewan ternak (kambing/sapi) dikorbankan kedalam laut sebagai sesaji oleh penduduk

Pantai Balekambang

Pantai BalekambangPantai Balekambang terletak di Kecamatan Bantur ± 65 km, sebelah selatan kota Malang. Pantai ini dapat dicapai melalui Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bantur, dilanjutkan ke Desa Srigonco. Perjalanan ini dapat pula dicapai melalui Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Pagak belok ke kiri ke arah KecamatanBantur. Pantai Balekambang ini cukup menawan. Hal ini didukung pula dengan fasilitas yang memadai, tempat parkir yang luas, camping ground, kios cinderamata, rumah makan, mck, kantor informasi, bungalow sederhana, kolam renang dan bumi kemah pramuka, mushola dan pendopo. Balekambang terdiri atas pantai pasir dan pantai karang yang landai yang membatasi akses ke laut  lepas sehingga ombak yang sampai ke pantai tidak terlalu besar. Oleh karena itu,  relatif aman untuk  bermain-main  di air laut sekitar pantai. (Harap diperhatikan zona aman yang telah dipasang oleh petugas).
Pantai landai ini Pantai Balekambangdipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang 2 km dengan lebar 200 meter ke arah laut, sewaktu air laut surut tampak di atas air dandisela-selanya nampak ikan hias berkerumun serta satwa laut lain yang beraneka ragam. Di lepas pantai nampak tiga buah pulau berjajar ke arah barat, Pulau Ismoyo, pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. Pulau Ismoyo berdiri megah sebuah Pura, tempat tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter. Pada bulan Suro, Pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisataman baik dari dalam negeri maupun mancanegara.Ada acara yang khusus di Pantai Balekambang ini yaitu Upacara Surohan (Suroan) dan Upacara Jalanidhi Puja

Pantai Jembatan Panjang

Pantai Jembatan Panjang terletak bersebelahan dengan Pantai Balekambang, tepatnya di sebelah barat, masuk wilayah teritorial Desa Sumberbening. Untuk menuju ke pantai itu bisa melalui jalan setapak ke arah kanan di Pulau Wisanggeni atau bila laut surut bisa melalui pantai di bawah jembatan yang menghubungkan Pulau Wisanggeni dengan Pulau Ismaya.
Kondisi Pantai Jembatan Panjang tidak jauh berbeda dengan Pantai Balekambang, hanya saja lebih didominasi oleh pantai pasir dan hutan (wana wisata).

Pantai Balekambang

Pantai Sendangbiru

Pantai SendangbiruPantai Sendangbiru terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan menyajikan pantai ini sebagai obyek wisatanya yang terletak 69 km, sebelah selatan dari kota Malang, melewati Turen, dan Sumbermanjing Wetan. Pantai Sendangbiru juga dikenal sebagai tempat pendaratan ikan serta tempat pelelangan ikan Kabupaten Malang, Pantai ini berhadapan dengan Pulau Sempu, hanya terpisahkan oleh selat sempit yang bagus untuk berperahu atau olahraga air Pantai Sendangbirulainnya. Pada hari-hari Syawalan (kira-kira tanggal 7 atau 8 Syawal) banyak yang naik perahu ke pulau Sempu untuk mengambil air dari sebuah mata air tawar dengan kepercayaan yang seperti “air Widodaren ” di Wendit, yaitu untuk kesehatan dan kesembuhan.
Pulau Sempu, merupakan Cagar Alam yang berdanau tawar penuh ikan lele di tengah hutannya dan juga danau air laut. Pantai ini dinamakan Pantai Sendang Biru biru karena di pantai ini ada sumber air atau yang lebih dikenal dalam bahasa Jawa Sendang yang berwarna biru.
Pulau Sempu Sendang biru

Pantai Tamban

Pantai TambanPantai Tamban letaknya bersebelah dengan Pantai Sendangbiru. Letaknya tepatnya di desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing Wetan. Pantai yang masih alami ini patut juga anda kunjungi. Pantai Tamban terkenal dengan pasir putihnya Pulau Sempu dilihat dari Pantai Tambanyang berkilauan ditempa sinar mentari. Pulau Sempu juga dapat kita saksikan lewat Pantai Tamban. Kawasan ini cocok untuk yang mempunyai hoby camping. Tetapi, hati-hati jangan berenang di lautannya.

Pantai Jonggring Saloko

Pantai Jonggring SalokoApabila anda berkunjung ke Kabupaten Malang, jangan lupakan Pantai yang satu ini. Pantai Jonggring Saloko terletak di desa Mentaraman Kec. Donomulyo, berjarak 69 km dari pusat kota Malang. Salah satu pantai yang ada di Kabupaten Malang yang ombaknya cukup besar. Dalam cerita pewayangan, Jonggring saloko adalah nama kahyangan. Tempat kediaman Batara Narada. Dilukiskan, kalau daerah itu udaranya segar panorama alamnya yang menawan, bersih dan aman. Tempat yang cukup menarik selain Gua GebrosPantai Jonggring Saloko adalah Pantai Gebros. letaknya ± Yaitu gua akibat proses abrasi yang tiada hentinya. Kuatnya ombak menggiring air laut untuk menhajar tebing, menyebabkan dasar tebing, menjadi berongga menyerupai goa. Dan goa dasar laut di Pantai Ngebros ini, membuat lorong panjang yang akhirnya berakhir pada gunung kecil bagian atas.oleh karena dasar goa sejajar dengan pantai, maka goa terisi air laut. Potensi utama obyek wisata ini adalah Teluk Menjangan, Gunung Pacar, dan Kondang Towo.

Pantai Bajul Mati

Pantai Bajul MatiPantai Bajulmati terletak di Kecamatan Gedangan, tepatnya 58 Km arah selatan dari kota Malang. Apabila ingin bepergian ke Pantai Bajulmati ini sebaiknya lewat Turen, Sumbermanjing Wetan. Pantai ini mempunyai kelebihan yaitu dengan teluk-teluk nan indah. Banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini, Pantai Bajul Matibaik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Pantai ini merupakan pula tempat yang baik untuk berkemah.
Seperti halnya dengan pantai-pantai yang ada di Kabupaten Malang, Pantai Bajul Mati ini cukup ramai pada waktu memperingati hari-hari besar, misalnya Idul Fitri, Mauludan dan lain sebagainya.

PantaiGoa China

Pantai Goa China terletak di kawasan Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan , Kabupaten Malang terbentang sepanjang  kurang lebih   tiga kilometer. Akan tetapi wisatawan belum boleh untuk mandi dilaut  dikarenakan kondisi yang masih alami dan arus bawah laut yang sangat deras. Keindahan Goa China yang masih alami. Garis pantainya juga cukup beragam ada yang berpasir putih ada yang karang dangkal dan ada pula yang curam. Pantai Goa China ditemukan pertama kali oleh pertapa China pada tahun 1950 .

Pantai Lain :

1. Pantai Wonogoro Kec. Gedangan

2. Pantai Modangan Kec. Donomulyo

3. Pantai Kondang Merak Kec. Bantur

4. Pantai Sipelot Kec. Tirtoyudo

5. Pantai Licin Kec. Ampelgading

6. Pantai Tambak Asri Kec. Sumbermanjing Wetan

7. Pantai Rawa Indah Kec. Sumbermanjing Wetan

8. Pantai Lenggosono Kec. Tirtoyudo

Agro Wisata
Kebun Teh WonosariLokasi Argo Wisata Kebun Teh Wonosari terletak 6 km dari Lawang atau + 30 km arah utara kota Malang, tepatnya di kaki Gunung Arjuno. Tempat ini berada pada ketinggian 950 – 1250 m dengan temperatur 19 – 26 derajat Celcius. Tidak ada asap kendaraan karena kendaraan bermotor nyaris tidak melintas di perkebunan seluas 629 Ha yang dikelola oleh PTPN XII itu.Tampak dari kejauhan hamparan pepohonan dengan daun-daunnya yang hijau, kicau burung menambah semaraknya perbincangan dengan gelak tawa pemetik daun teh. Sekilas tentang Agro Wisata Kebun Teh Wonosari yang terletak di desa Toyomarto Kecamatan Singosari dan Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Objek Wisata ini menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dan panorama keindahan alam salah satu atraksi wisata untuk menambah wawasan pengetahuan, yakni pemetikan daun teh sampai proses akhir hingga produk berada di tangan konsumen.

Bersepeda di Kebun Teh WonosariKebun Teh Wonosari

Selain bisa merasakan udaranya yang segar, pengunjung bisa menikmati teh Rolas yang menjadi andalan tempat tersebut. Bagi pengunjung yang ingin membeli teh Rolas yang harum tersebut, pihak pengelola menyediakan outlet khusus dengan harga yang tentunya lebih murah. Bahkan pihak outlet menyediakan suguhan teh secara gratis di outlet tersebut.
Fasilitas yang tersedia di wisata agro ini mulai dari taman bermain, kolam renang, mini zoo, kereta mini, lahan perkemahan, kesenian daerah, jalur sepeda sehat, lapangan voli, lapangan tenis, driving area, hingga flying fox. Ada fasilitas yang diberikan secara gratis, ada juga yang dikenai biaya.
Fasiitas lainnya adalah penginapan dengan berbagai tipe. Paling mewah tarip per malam 1,4 juta rupiah, sedangkan yang murah berkisar 160 – 200 ribu rupiah. Di samping itu ada juga rumah pohon yang hanya untuk 2 orang dengan tarip per malam 200 ribu rupiah.

Gunung Bromo

Gunung BromoDengan keadaan alamnya yang masih hijau alami, serta kawasan Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru mengiringi perjalanan anda menuju Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang, menelusuri jalan berkelok dari Kecamatan Tumpang terus menuju ke arah Timur Kecamatan Poncokusumo dan pada batas Desa terakhir yaitu Desa Ngadas. Desa Ngadas terletak lebih kurang 12 km dari obyek  wana wisata air terjun Coban Pelangi, dan dari Desa Ngadas menuju ke persimpangan Jemplang, jaraknya lebih kurang 3 km. Pada persimpangan Jemplang Anda akan merasakan kebesaran Sang Pencipta, dengan pemandangan yang benar-benar indah mempesona dari balik punggung Gunung Bromo dengan hamparan savana hijau yang amat luas dan di antara bukit-bukit yang Pos Jemplangmembatasi pandangan. Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru ini merupakan kawasan hutan lindung yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta alam. Selain penduduk Tengger di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, penduduk Tengger di Wilayah Kabupaten Malang ikut serta dalam upacara Kasada. Walaupun jarak menuju tempat upacara di potan cukup jauh, Desa Ngadastekad pada penduduk desa Ngadas dan sekitarnya yang mayoritas suku Tengger tetap melaksanakan upacara tersebut. Route jalan ini ramai dilalui para pendaki waktu hari Kasodo yaitu melalui padang savana serta lautan pasir. Disamping perayaan tradisional yang disebut “Kasada” juga ada upacara “Karo”, yang diselenggarakan oleh masyarakat Tengger.

Gunung Semeru

Gunung SemeruDi sisi tenggara dari Pos Jemplang dapat di lihat keindahan panorama Gunung Semeru yang merupakan kawasan hutan lindung yang memiliki beberapa telaga seperti Ranu Pane, Ranu Kumbolo dan Ranu Regulo dengan puncaknya Mahameru. Jarak dari Pos Jemplang ke Ranu Pane ± 6 km melawati jalan tanah dan berbatu. Gunung Semeru dalah salah satu gunung berapi yang masih aktif dan tertinggi di pulau Jawa. Pos JemplangSelain itu di kaki gunung Semeru terdapat kawasan hutan yang disebut Piket Nol yang merupakan dataran tinggi di daerah Ampelgading sebelum memasuki Kabupaten Lumajang.

Air Terjun Coban Pelangi

Wana wisata Coban Pelangi merupakan sebuah air terjun di sebelah timur Kota Malang yang berjarak sekitar 2 km dari Desa Gubuk Klakah Kecamatan Poncokusumo di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas, mempunyai ketinggian kurang lebih 30 meter dan merupakan wisata alam yang masih belum di kelola. Objek wisata ini masih alami di tengah hutan dan sebelah kanan kirinya tumbuh Panorama menuju Coban Pelangipohon-pohon pinus yang cukup lebat dengan suhu udara antara 190 – 230 Celcius dan termasuk dalam zona BTS. Untuk menuju lokasi, terdapat jalan setapak sepanjang 1,5 km dan shelter tempat istirahat.

Air Terjun Coban Rondo

Air Terjun Coban RondoAir Terjun Coban Rondo juga merupakan salah satu obyek wana wisata yang dimiliki di Kabupaten Malang. Terletak ± 12 km dari Kota Batu, atau tepatnya di Desa Pandansari Kec. Pujon. Di obyek wana wisata ini akan anda temui sebuah air terjun dengan ketinggian 60 m. Kawasan Wana Wisata Air Terjun Coban Rondo adalah kawasan wana wisata yang paling mudah ditempuh. Jalan masuk menuju lokasi sudah beraspal, sehingga sangat memudahkan wisatawan apabila ingin mengunjungi obyek wana wisata ini. Di sekitar air terjun Coban Rondo, dipenuhi pohon-pohon pinus dan cemara gunung, membuat suasana di obyek wisata ini serasa sejuk. Kebun Binatang Mini Tidak hanya air terjun saja yang ada di obyek wana wisata ini. Anda juga dapat melihat panorama keindahan kota Batu, aneka tanaman toga, aneka satwa serta penginapan yang pada saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

Air Terjun Coban Glotak

Air Terjun Coban Glotak terletak di dekat Desa Dalisodo Kecamatan Wagir, dan jarak dari kota Malang kurang lebih 13 km, air terjun ini belum dikelola dan kondisi jalannya masih makadam.

Air Terjun Coban Glotak

Dari bermacam-macam obyek wisata yang ada dikelompokkan menurut jenis wisatanya. Yaitu wisata hiburan yang mengutamakan obyek wisata hiburan untuk anak-anak dan keluarga seperti Taman Burung Malang, Pemandian Metro, Pemandian Dewi Sri dan masih banyak lagi yang lainnya. Wana Wisata mengutamakan obyek wisata yang berhubungan dengan alam sekitar seperti Gunung Bromo, Air Terjun Coban Rondo, Air Terjun Coban Pelangi dan sebagainya. Wisata Budaya mengutamakan obyek wisata yang berhubungan sejarah dan budaya Kabupaten Malang, seperti Candi Singosari, Candi Badut, serta tempat-tempat ritual seperti Pesarean Gunung Kawi. Wilayah selatan Kabupaten Malang dikenal pula dengan Wisata pantainya. Cukup banyak pantai yang ada di Kabupaten Malang seperti Pantai Ngliyep, Pantai Balekambang, Pantai Sendang Biru dan masih banyak lagi. Disamping itu Kabupaten Malang dikenal pula dengan wisata tirta salah satunya Bendungan Selorejo. Agro Wisata juga terdapat di Kabupaten Malang. Ada 1 daerah yang potensial yaitu Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang.

Candi Singgosari

Candi Singosari

Di Kabupaten Malang banyak sekali terdapat peninggalan-peninggalan masa lampau. Salah satu diantaranya adalah Candi Singosari. Candi ini terletak di Kecamatan Singosari lebih kurang 11 km sebelah utara dari pusat kota Malang. Candi Singosari/Singhasari kadang disebut pula sebagai Candi Ken Dedes terletak di kota Singosari. Candi Singosari juga merupakan makam Raja Kertanegara (1268 – 1292) sebagai Bhirawa atau dewa Syiwa dalam bentuk ganas.

Candi Singgosari
Arca Dwarapala

Di sebelah barat candi Singhasari (kurang lebih 100 Meter) terdapat dua arca besar yang mempunyai tinggi 3,7 Meter yang disebut sebagai penjaga atau lebih dikenal dengan Arca Dwarapala dari sebuah taman yang indah dan luas pada zaman kerajaan Singhasari, yang mungkin mencakup Sumberawan. Yang berada disebelah selatan pada tahun 1980 pernah dinaikkan dari benamannya yang setinggi dadanya.
Arca Dwarapala Arca Dwarapala

Candi KidalCandi Kidal
terletak sekitar 7 Km dari Kecamatan Tumpang tepatnya di Desa Kidal, adalah merupakan tempat abu jenazah raja kedua dari Kerajaan Singhasari (1227 – 1248) yaitu Anusapati yang dipuja sebagai Syiwa. Candi ini menghadap Barat mempunyai tinggi 12,5 meter diperkirakan selesai pembangunannya sekitar tahun 1260.
Terdapat pahatan dari ceritera Garuda yang mencuri Amarta, air kehidupan, untuk menebus ibunya yang diperbudak oleh saudaranya. Pahatan terindah terdapat dibelakang (sebelah timur) yaitu menggambarkan Garuda sedang membawa Amarta Pahatan Kala sudah lain dengan pahatan dari Jawa Tengah karena rahang bawahnya ditampakkan.

Stupa Sumberawan

Stupa Sumberawan Karena bangunan Stupa Sumberawan ini bentuknya menyerupai genta, maka salahlah kalau disebut candi. Menurut Empu Prapanca, stupa ini pernah dikunjungi raja Hayam Wuruk pada tahun 1359, karena disekitarnya pun terdapat banyak kolam teratai dan terkenal dengan nama Kasuranggahan yang berarti Taman Bidadari. Inilah mungkin sekali Sumberawan, karena letaknya yang ditengah hutan kecil, di lereng gunung Arjuno, dikelilingi kolam dan nampak indah sekali. Stupa, yang tingginya 2,23 Meter ini terletak kira-kira 8 Km jauhnya dari Singosari atau tepatnya di Desa Toyomarto.
Stupa Sumberawan Kolam Sumberawan
Pemandian Watugede

Di Kecamatan Singosari memang banyak sekali peninggalan- peninggalan sejarah jaman kerajaan Singosari/Singhasari. Salah satu diantaranya adalah Pemandian Watu Gede. Konon kabarnya tempat ini adalah pemandian bagi raja-raja Singhasari. Yang cukup menarik dari pemandian ini yaitu sumber airnya yang tersebar disisi pemandian dengan debit air yang cukup tinggi. Letaknya lebih kurang 10 km dari pusat kota Malang (dekat dengan Stasiun Kereta Api Singosari ± 100 m)
Pemandian Watugede Pemandiaan Watugede
Pesarean Gunung Kawi

Pesarean Gunung KawiPesarean Gunung Kawi merupakan tempat Khol untuk memperingati wafatnya Mbah Soedjono yang dimakamkan di Gunung Kawi, di Kecamatan Wonosari, merupakan ziarah keluarga yang berangkat beriring dari sebuah masjid ke makam, yang kemudian diikuti oleh ribuan peziarah lain, sebagian besar datang dari luar Kabupaten Malang.
Mbah Imam Soedjono adalah salah satu dari 70 bangsawan yang ikut menentang penjajah di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro di sekitar Yogyakarta antara tahun 1825 – 1830 ; sedangkan Mbah Djoego Pintu Masuk ke Pesarean Gunung Kawi dengan makam disebelahnya adalah pendamping Mbah Soedjono di pedepokan Gunung Kawi dan seorang yang berjasa pada penduduk mengatasi penyakit ternak semasa hidupnya.
Selamatan dan pertunjukan wayang kulit selalu menyertai acara ini dan upacara serupa dalam bentuk sederhana juga diadakan dengan selang 5 minggu, yaitu pada hari wafatnya Mbah Djoego, menjelang hari Senen Pahing dan juga pada hari menjelang Legi, hari yang dipandang keramat oleh masyarakat Jawa Timur.Tanggal wafatnya adalah 12 Sura dan menurut kalender Saka (Jawa/Aboge) ziarahnya dilakukan pada sore hari sebelumnya pada pukul 16.00 sedangkan selamatannya pada pukul 19.00. Tahun wafatnya adalah 1876.

Makam Karaeng Galesong

Makam Karaeng Galesong Kabupaten Malang pada waktu jaman penjajahan Belanda merupakan salah satu tempat basis perlawanan melawan penjajah. Dalam melawan penjajah untuk membela nusa dan bangsa Indonesia banyak pahlawan yang gugur. Makam Karaeng GalesongSalah satu diantaranya pahlawan yang gugur dan di makamkan di Ngantang adalah KARAENG GALESONG TUMENANGA RI TAPPANA, yang berasal dari Makasar, seorang Panglima Perang Angkatan Laut Kerajaan Goa, Putra Sultan Hasannuddin, Raja Goa ke XVI, menantu Raden Trunojoyo, murid Penambahan Giri.
Karaeng Galesong adalah tokoh pahlawan yang menentang VOC pada waktu penjajahan Belanda ± abad 17. Makam ini terletak di Desa Sumber Agung, kec. Ngantang ± 5 Km dari obyek Wisata Bendungan Selorejo

Candi Jajaghu / Jago

Candi Jajaghu / Jago Candi Jago atau Jajaghu yang terdapat di Desa Tumpang Kec. Tumpang ini merupakan pusara Raja Wisnuwardhana dari Kerajaan Singhasari sebagai Budha Amogapasya yang mangkat pada tahun 1268.Yang khas dari candi ini adalah adanyarelief keliling dengan 5 buah ceritanya, yaitu Tantri Kamandeka, Kuntjarakarna, Parthayajna, Arjunawiwaha dan Krisnayana dengan bentuk-bentuk pelakunya yangmirip wayang kulit, seperti halnya pula yang terdapat di Candi Penataran, Blitar. Gubernur Raffles pada tahun 1815 pernah mengunjunginya dan menuliskannya dalam buku “History of Java”. Bentuknya yang tersusun 3 teras dengan badan candi agak kebelakang merupakan bentuk yang khas pula dari candi ini.
Canbdi Jajaghu / Jago

Sumber: http://www.malangkab.go.id

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2009 in Jalan-jalan

 

Tags: , , ,

Candi Badut

Candi Badut terletak di Dukuh Gasek, Desa Karang Besuki, Kesamatan Dau, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Candi Badut terletak di kaki Gunung Kawi.  Candi Badut diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo bertahun 760 Masehi. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum jurusan Tidar. Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun dan diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo bertahun 760 Masehi.

Kata Badut di sini berasal dari bahasa sansekerta “Bha-dyut” yang berarti sorot Bintang Canopus atau Sorot Agastya. Hal itu terlihat pada ruangan induk candi yang berisi sebuah pasangan arca tidak nyata dari Siwa dan Parwati dalam bentuk lingga dan yoni. Pada bagian dinding luar terdapat relung-relung yang berisi arca Mahakal dan Nadiswara. Pada relung utara terdapat arca Durga Mahesasuramardhini. Relung timur terdapat arca Ganesha. Dan disebelah Selatan terdapat arca Agastya yakni Syiwa sebagai Mahaguru. Namun diantara semua arca itu hanya arca Durga Mahesasuramardhini saja yang tersisa.

Candi ini ditemukan pada tahun 1921 dimana bentuknya pada saat itu hanya berupa gundukan bukit batu, reruntuhan dan tanah. Orang pertama yang memberitakan keberadaan Candi Badut adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir bangsa Belanda yang bekerja di Malang. Candi Badut dibangun kembali pada tahun 1925-1927 di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia Belanda. Dari hasil penggalian yang dilakukan pada saat itu diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh sama sekali, kecuali bagian kaki yang masih dapat dilihat susunannya.

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2009 in Jalan-jalan, Sejarah

 

WISATA KOTA MALANG

NO.
NAMA WISATA
ULASAN
1. balai kota malang
BALAI KOTA & ALUN ALUN BUNDER
Di Jalan Tugu adalah bangunan kuno peninggalan jaman kolonial Belanda. Monumen tugu adalah eks taman JP Zoen Coen yang di kelilingi kolam dan di tumbuhi Lily air serta di kelilingi oleh pohon Trembesi raksasa yang berusia sangat tua.
2.
PASAR BURUNG DAN PASAR BUNGA
Di Jalan Brawijaya, di jual berbagai macam burung dan bunga hidup di Malang dan Indonesia serta kios-kios buku bekas yang cocok bagi pemburu buku-buku kuno.
3.
TAMAN SENAPUTRA
di Jl Belakang Rumah sakit merupakan sarana hiburan anak-anak dan dewasa, di lengkapi dengan arena bermain dan kolam renang. Di setiap Minggu pagi di pentaskan hiburan Tari Jaran Kepang dan band. Juga merupakan tempat latihan tari, pencak silat dan karate. Terletak hanya 500 meter dari pusat kota.
4.
ALUN ALUN KOTA
Merupakan Tamakn yang Indah dikelilingi oleh bangunan kuno seperti masjid Jami dan gereja Katolik serta pusat perbelanjaan
5.
TAMAN KRIDA BUDAYA
JL Soekarno Hatta merupakan tempat penyelenggaraan kegiatan Seni Budaya dan Pariwisata Jawa Timur dan Malang.
6.
SENTRA INDUSTRI KERAMIK
Di Jl MT Haryono dan MayJend Panjaitan merupakan pusat keramik khas Malang. Pengunjung dapat menyaksikan dan melihat proses pembuatan di pabrik.
7.
TAMAN TLOGOMAS
Di daerah tlogomas merupakan tempat rekreasi yang di lengkapi kolam renang dan arena bermain berjarak 7 km dari pusat kota.
8.
IJEN BOULEVARD DAN MUSEUM BRAWIJAYA
Di Jalan Ijen merupakan jalur hijau yang di hiasi bunga Bougenvil dan pohon Palem dengan latar belakang perumahan bergaya kolonial Belanda. Museum TNI menyimpan senjata tradisional dan modern yang pernah di pakai pada perang kemerdekaan.
9.
KERAJINAN ROTAN
Di Arjosari, tempat pembuatan dan penjualan kerajinan rotan di Malang. Berjarak lebih kurang 5 km dari pusat kota.
10.
PASAR WISATA TUGU
Dapat dijumpai pada setiap hari Sabtu Sore dan Minggu pagi mulai pukul 5 Pagi hingga 10.00 di stadion luar Gajayana. Bermacam kerajinan dan souvenir dapat di jumpai disini. bahkan segala macam kebutuhan rumah tangga, jenis-jenis makanan tradisional dan produk unggulan dapat di temukan disini.
11.
TAMAN REKREASI KOTA
Taman Rekreasi Kota (Tareko), terletak di tengah Kota Malang yaitu di Jl. Simpang Majapahit, tepatnya di belakang Gedung Balaikota Malang, Dibangun pada tahun 2002, Taman Rekreasi Kota Malang adalah untuk memenuhi keinginan masyarakat akan sarana rekreasi atau tempat bermain anak-anak di tengah kota yang memadai dan terjangkau.

Taman Rekreasi Kota Malang memiliki fasilitas antara lain :
SARANA OLAHRAGA :
1. JOGING TRACK
2. KOLAM RENANG
3. AREAL SENAM BERSAMA

SARANA PENDIDIKAN :
1. TANAMAN (FLORA)
2. TAMAN MINI SATWA (FAUNA)

SARANA BELANJA :
1. STAND PRODUK UNGGULAN
2. STAND GASEBO (MAKANAN KHAS MALANG)

SARANA/TEMPAT BERMAIN ANAK-ANAK

 
4 Comments

Posted by on October 23, 2009 in Jalan-jalan

 

Tags: , , , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.