Filosofi Bambu

Beberapa hari lalu saya mendapatkan sebuah majalah elekronik, sebut saja e-magazine, dapat dari sini. Dan kebetulan dapatnya juga tidak sengaja. Namun satu hal yang pasti dan ingin saya explore adalah tentang bambu. Yup, bambu, yang sepertinya menjadi topik utama dari terbitan pertama majalah tersebut. Jujur baru baca bentar sudah ketiduran tadi malam. Maklum, capek, he3.

Oke, balik tentang bambu sendiri. Apa sih yang menarik dari bambu, selain baunya menurut saya (yeah, saya suka sekali bau bambu segar yang baru dipotong). Kenapa tidak pohon2 yang lain? Justru itu, coba pikir sekali lagi, bambu sudah ada dan menjadi bagian dari kehidupan rakyat Indonesia semenjak dulu. Bahkan sebelum saya lahir (ya iyalah ha3). Namun ini lah yang menarik menurut saya. Ada apa dengan bambu dan kenapa harus bambu.

Nah bambu itu seperti di foto atas, (thanks Mbah Google🙂 ). Anyway,

Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam. Pasted from <http://id.wikipedia.org/wiki/Bambu>

Bambu sendiri memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Coba diingat-ingat dari jaman kecil dampai sekarang, apa saja sih kegunaan bambu? Lupa. Nih kegunaan bambu:
  • Masakan. Siapa yang kenal sayur rebung? Dan beberapa kali saya ingat banyak acara memasak di TV yang dipandu chef2 terkenal memasak rebung. Nyam.
  • Peralatan rumah tangga. Ada yang tahu peralatan rumah tangga apa saja. Yup, bakul nasi, tampah, bubu/perangkap ikan, tempat kue/besek, topi bambu/caping adalah contoh dari beberapa peralatan yang terbuat dari bambu.
  • Konstruksi. Jangan pernah melupakan bambu sebagai bahan bangunan. Terutama di jawa. Banyak rumah yang menggunakan bambu sebagai salah satu bagian konstruksi. Mulai dari pagar, dinding, tiang. Bahkan jembatan pun dibuat dari bambu.
  • Instrument musik. Siapa yang tidak kenal seruling dan angklung?
Oke, itu untuk sekedar pengetahuan dasar tentang bambu. Balik lagi ke topik semula, yakni filosofi bambu.
Bambu merupakan salah satu unsur alam yang tidak bisa dilepaskan dari elemen kehidupan masyarakat, jawa khususnya. Hampir semua unsur kehidupan terkait dengan tanaman ini. Sehingga banyak sekali kearifan lokal yang didasari oleh sifat-sifat bambu itu sendiri.
Bambu berakar serabut, namun bambu mampu tumbuh tinggi. Rahasianya adalah karena bambu mampu menguatkan diri sendiri sehingga bisa tumbuh tinggi dan kuat, serta rindang. Hal yang dapat kita pelajari adalah untuk bisa menjadi kuat, kita harus teguh dan kokoh. Memperkuat diri sendiri secara fisik dan spiritual.
Bambu pun mampu menahan terpaan angin yang kencang walau dia tumbuh tinggi karena struktur bambu yang elastis sehingga dia tetap kokoh. Walau hidup penuh dengan cobaan dan godaan, arus kehidupan, kita mampu mengikuti arus perkembangan jaman, namun kokoh pada prinsip. Tidak kaku, adaptable, fleksibel.
Kebanyakan rumpun bambu ada di sepanjang pinggiran sungai dan berguna untuk menahan erosi tanah. Lagipula bambu mampu hidup ditempat yang sulit bagi tanaman lain untuk tumbuh dan makin tua dia makin kuat. Semakin lama semakin kuat, baik batang maupun akarnya, yang membentuk kesatuan rumpun. Hikmahnya adalah agar kita berguna untuk diri kita sendiri dan orang lain, memberi makna dan manfaat dalam hidup
Saat masih muda, bambu mampu hidup tegak sendiri, saat makin tua dan tinggi dia merunduk. Menjadi manusia haruslah bisa mandiri dan tidak menggantungkan hidup terhadap orang lain. Dan saat makin penuh ilmu dan pengalaman menjadikan kita manusia yang selalu rendah hati dan penuh sopan santun.
Hal yang terpenting adalah, hampir semua bagian dari bambu mampu dimanfaatkan oleh masyarakat. Mulai dari tunas bambu muda, sampai ujung batangnya berguna. Sifat yang diharapkan bagi semua golongan muda saat ini. Mampu berguna di setiap keberadaannya.

Bambu digunakan hampir dalam setiap kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan masyarakat Bali. Pun, menjadi sumber kehidupan dalam kehidupan masyarakat Jawa. Dan tak bisa dipungkiri pula kehadiran bambu yang makin dibutuhkan ketika Pesta Demokrasi tiba. Semua bendera parpol membutuhkan bambu untuk membuatnya berkibar.

Mungkin suatu saat akan ada yang menulis tentang relevansi bambu dan kemerdekaan Indonesia. Atau pula, relevansi kemenangan partai politik dengn suplai bambu.

Yeah, who knows.

Jakarta, 10 Desember 2011

Thanks to Google, Wikipedia dan Kompas.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s