Namaku Is

Awalnya mereka bertiga, 2 lelaki dan 1 mengaku perempuan. 1 lelaki senang memaku rembulan dan menuliskan kata hatinya di bibir telaga, mari kita sebut dia lelaki telaga. Lelaki yang lain lebih senang mematri dan menuruti nafsu diri sebagai penghias hari, kita panggil dia lelaki suci. Yang mengaku perempuan, berkemben usang, rambut digelung, jarik digulung, tingwe dijari kiri, selop coklat serasi ‘manis’.

Awalnya mereka bertiga, berjalan seiring melewati waktu yang sedang ngopi di cafe sebelah, lempar senyum dan lewat, tanpa ngobrol.Lalu lewat toko yang sedang obral malu lima ribu tiga, ‘murah bang’ ‘mumpung sale, bahannya awet, tahan lama’ ‘sama kaya kutang’.

4 thoughts on “Namaku Is

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s