Politeness = Hypocritical?

Mungkin di dunia ini sikap sopan dan menghargai orang lain adalah sikap yang menunjukkan rasa hormat, tenggang rasa, menghargai dan sebagainya.

Tapi pernahkah terpikir bahwa sebenarnya kesopanan (dan sikap yang menunjukkan rasa hormat dan menghargai) itu kadang menjadikan diri kita sebagai manusia yang penuh dengan kebohongan? penuh dengan kepalsuan?\

I just thinking ’bout it a couple of minutes earlier, yeah, bukan dalam artian negatif tentunya, karena kita tahu bahwa norma-norma kesopan adalah hal yang dijunjung tinggi di negeri kita (Javanese people used to do it). Namun ketika sikap sopan tersebut ternyata dibuat-buat dan hanya untuk menyenangkan orang lain yang sedang berinteraksi dengan kita apakah itu bisa disebut tulus, iklhas, atau dari hati? Dan pasti jawabannya adalah tidak, it’s just another made up attitude.

Dan memikirkannya berati akan menjadikan kita – yang melakukan acted politeness – adalah hypocrite-hipocrite kecil yang tidak bisa ekspresif dong.

Jadi, sebenarnya norma-norma kesopanan yang bagaimana yang harus diterapkan ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s