Dirimu di mataku

Buat Aris Setiadi, teman bukan pelipur lara, hanya pengemis di ujung jalan cinta tiada pernah tertempuh

Apa yang bisa kulihat darimu

Hanya sesal dan terpaku pada masa lalu

Tiada secercah mentaripun dalam keseharianmu yang syahdu

Hanya seonggok penyesalan tiada guna yang kau nikmati sesap demi sesap

Bukan Cuma itu

Rasa gatalmu akan rindu makin membumbungkan matimu dekat dengan saudari setia hati

Kau bilang ini hitam!!!

Sehitam apa jelaga ditoreh diatas matamu sampai-sampai arang tiada cela kau patah jadi dua

Kau bilang hitam sekali kau dimataku!!!

Karena memang dirimu begitu hitam walau kau berselimut lima warna agungnya mega

Kau tak tahu sebenarnya keindahan bunga-bunga layu diujung taman-taman para serdadu duniaku

Karena mau tak mau kau selalu ingin dan mau untuk menutup hatimu dari hangatnya kelopak bunga kematian yang makin dekat dengan kepala kita, Kawan.

Kematianku mungkin hanya kan jadi satu muncratan darah diujung seprai merah mudamu yang wangi, Cinta.

Tak perlu kau takut akan membasahi mulusnya kulit beludrumu yang berwarna senada dengan ujung bola matamu yang tiada pernah kering oleh hujan salju di hari ceriaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s