Sesepi Sepinya Semilir Rindu

semilir suara rindumu kubalas dengan raungan kasarku akan kemarahan

maafkan aku untukmu cintaku yang terlarang, semoga kau ampuni jiwaku yang masih muda dan penuh nafsu.

sapaan lembutmu di telingaku

kubalas dengan erangan kasar akan kemarahanku yang tak terbendung akan prasangkaku padamu yang kian tak tentu, aku masih tetap disini untukmu.

tak peduli seberapa jarak diantara kita

tak peduli seberapa sepi jalanan mati kota tua ini

kutelusuri dengan memori akan hadirnya wangi dan senyum dibibirmu yang ayu

namun bayangku akan kamu, menyibakkan tirai nafsuku lebih tebal dan makin ingin erat kupegang walau kau tak mungkin untuk kumiliki dengan dirinya dihatimu yang paling dalam…

aku hanya ingin ucapan itu bergulir dari celah ranum jiwamu

dan biarkan aku bergelimang dosa akan cinta yang tak seharusnya kuperjuangkan, kumiliki dan kurasakan…

namun untukmu aku hidup

untukmu aku meletup

dan untukmu aku masih disini, dengan setia menunggu hatimu terbuka untukku walau itu sangat tak mungkin…

sayang, sungguh sayang, jika cinta ini kuraih, dan kau jatuh dalam pelukku, langit pasti mengutukku dengan segala macam cara

dan aku terbenam dalam kubangan dosa yang tak pernah ada habisnya

namun aku suka dan ingin coba

pertanyaannya: apakah ini nafsu? atau murni dorongan jiwaku yang terpaku pada dosa dan seluruh keinginan bersetubuh dengan kamu? kuharap kau mampu merasakan yang kurasakan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s