Ketika cinta

Ketika cinta menghantamku dengan wanginya yang bersahaja

Aku merasa malu hingga berpaling muka merah merona

Bukan karena aku tak terbiasa dengan wangi seperti itu

Namun ada sesuatu

Yang begitu menggodaku

Begitu merayu jiwaku

Jika kuteringat betapa agungnya cinta

Aku berasa tak berharga

Karena aku hanyalah manusia fana yang Cuma meminjam raganya

Meminjam raga untuk memuja cinta?

Memikirkannya saja aku tak mampu

Sungguh agung rasa cinta ini

Tapi pantaskah aku mencintaiNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s