Karena kita bicara tentang Rasa, bukan Kata, disitulah Indahnya…

Seharian bermain dengan surya membuatku letih akan betapa

bahagianya hidup yang selalu bermandikan kesenangan dan

kegembiraan.

Seharian bermandikan kasih dan sayang semu dunia bahagia

aku dan temanku tak juga surutkan langkah kemuraman yang

mengajakku kembali memeluki keinginan untuk memaki dan

mengumpat.

Helaan nafasku yang erat seolah Sang Indra memakaikan

kalung panas di leher, membasahi cermin didepanku dengan

embunnya yang pekat.

Begitu pekatnya hingga nanar aku menatap hari esok dan

seterusnya.

Seharian bermain api yang menjadi pembakar setiaku

membuatku lelah menghadapi hatiku yang sedang sedih.

Entah karena aku sudah letih atau memang malah belum

mendapatkan apa yang kuingi, kamu yang mencuri mataku untuk

selalu bertemu.

Entah mungkin karena hanya angin dan dan surya yang

menemani aku di panas teriknya Kotaku yang dingin, aku

merasa begitu kehilangan, kalian, kamu yang mencuri

perhatianku, kasih sayangku, bukan dia.

Lama-lama aku penat sendiri, lama-lama aku bosan sendiri.

Ingin kukunci raga ini diam di kaki sendu Dewi yang

memainkan musik buluh perindu, yang tak jelas seperti apa,

biar sekalian membusuk dan menderita karena rasa, hina.

Kalian, kamu yang mendendangkan tembang rindu manusiawiku

walau cuma sehari tak bertemu, bukan dia, menahbiskan

keberadaanku yang sendu sebagaimana Ombak merindukan Karang

yang dihempasnya penuh sayang.

Aku, ombak dan karang meramaikan pergulatan abadi antara

cemara, pinus, bergoni dan ironi yang kali ini tak bertemu

walau hanya 3369600 waktu berdetik.

Aku merindukan pinusku yang melambaikan daun jarumnya penuh

sayu kemukaku dan berkata, saat kembali bersamamu, dan

membisikkan, ampuni mata ini tak sanggup melihat kedalam

cintamu sesungguhnya.

Ya, dan kau akan menjawab, walau terlarang dan membuatku

hina aku akan bersamamu hingga waktu menghukum kita dengan

siksaNya. Ya 4JJI…..

Sungguh, kau sungguh sangat berarti, kesempurnaan cinta,

kau beri…

Aku menyayangimu dalam senyum dan tangisku…

Aku mencintaimu dalam hidup dan matiku…

Aku menyayangimu dalam senyum dan tangisku…

Aku mencintaimu dalam hidup dan matiku…(Naff)

Cinta terlarangku…

Karena kita bicara tentang Rasa, bukan Kata, disitulah Indahnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s