Jika ternyata aku memang….

Aku menghela nafas setiap kali teringat akan betapa hitam dan hinanya aku dihadapanMu.

Perasaanku tentang perasaanku terhadapmu, sesak, mendesak, giras, namun tak tersalurkan…

sungguh merasa amat sangat mengasihimu namun apa daya, kau begitu terlarang, begitu indah namun tak bisa walau mungkin kusentuh. Kuharap hatimu untukku…

Kuingin tatap matamu untukku…

Hela nafas hangatmu hanya untukku…

Belaian halus tanganmu hanya untukku…

Dan kuingin hanya wajahku yang ada dibenakmu begitu juga aku…

Namun selalu kuingat kau begitu indah untuk dirasa namun teramat sangat terlarang untuk jadi nyata…

Sering kurasa berbagai tanda kau pun juga begitu, namun segera meredup kala mentari singgah di ufuk barat hatimu…

Benarkah kau mencintainya atau itu hanya penutup tudung cintamu pada yang lebih terlarang namun sangat menggoda, Aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s