Cuma buat yang bisa mengerti

Pulanglah teman…

Aku menunggu…

Dengan tetap disini…

Berharap dengan pasti, suatu saat aku akan pergi…

Kembali? Bukan keinginanku yang pasti.

Suatu saat giliranku yang pergi, dengan amarah, sedih, pilu

Dan kenangan pahit tentang diri kalian.

Bukan yang indah dan menenangkan, tapi yang telah bikin luka dan menaburinya dengan garam serta cuka.

Karena kenangan terpahitlah yang biasanya hdiup paling lama

Di dasar hatiku yang selalu kelam.

Maaf teman. Maaf kawan. Maaf sobat. Maaf sahabat.

Jika suatu saat kau datang dan ternyata kau masih disini,

Itu adalah keberuntunganku tuk bertemu denganmu.

Jika suatu saat aku terlanjur pergi sebelum kau kembali,

Itu sungguh lebih baik dari bagiku.

Karena aku adalah ironi pagi hari, bukan elegi.

Bagiku, setiap pagi hariku, adalah menunggu mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s